Breaking News:

Katamso, Pahlawan Revolusi yang Dekat Mahasiswa, Dikhianati Bawahannya, Tewas Dipukuli Kunci Mortir

Keterbukaan dan kedekatan inilah membuat PKI tak menyukai Katamso. PKI menilai ini akan menghambat gerakan mereka. PKI terus mengawasi gerak-geriknya

Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
net
Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Brigadir Jenderal TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo merupakan korban keganasan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 30 September 1965 atau dikenal G30S PKI.

Sabtu (30/9/2017) besok, bangsa Indonesia akan memperingati peristiwa kelam yang menewaskan 10 putra terbaik bangsa pada 52 tahun silam.

Diantaranya, Katamso yang saat itu menjabat sebagai Komandan Korem 072/Pamungkas di Yogyakarta. Katamso diculik dan dibunuh bersama Kepala Staf Komando Resort Militer (Korem) 072 Kodam VII/Diponegoro, Kolonel Raden Sugiono Mangunwiyoto.

Selain mereka berdua, delapan korban lainnya dibunuh di Jakarta oleh PKI.

Baca: Anak Perempuannya Lahir Usai G30S, Kolonel Sugiono: Om Saja yang Jadi Tentara

Sayangnya, nama Jenderal Katamso seolah tak setenar para Jenderal lainnya. Bahkan kisah hidupnya tak banyak yang tahu. 

Wikipedia pun hanya melansir data seadanya tentang pahlawan revolusi yang meninggal di usia 42 tahun ini.

Disebutkan, Jenderal Katamso, lahir di Sragen 5 Februari 1923. 

Katamso menamatkkan pendidikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Menenga. Usai itu, melanjutkan pendidikan Tentara Pembela Tanah Air. 

Saat bangsa Indonesia merdeka, Brigjen Katamso bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Dia ikut memimpin pasukan untuk mengusir Belanda yang melakukan agresi militer. Bahkan melakukan penumpasan pemberontakan Batalyon 426 di Jawa Tengah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved