Liputan Khusus Hutan Lindung
Bapak Mau Beli Kayu Berapa?
Penebangan juga ditengarai masih terjadi di kawasan Taman Wisata Alam Batu Putih dan beberapa kawasan hutan lindung dan cagar alam
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Arthur Rompis
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Saat Tribun Manado menyusuri lokasi Hutan Lindung Gunung yang trus dirambah dan dijarah. Di sekitar lokasi hutan bisa ditemukan sejumlah orang yang melakukan transaksi jual beli hutan hasil jarahan.
Transaksi pun berlangsung sembunyi ‑sembunyi. Para penebang hanya melayani pesanan pembeli yang sudah dikenal, kemudian terjadilah tawar menawar.
Tribun beruntung bertemu dan berbincang seorang ibu yang dikabarkan bagian dari pelaku ileggal logging. Saat itu Tribun menanyakan harga beberapa jenis kayu, seolah-olah ingin membeli.
Ibu itu kemudian mengaku suaminya penjual kayu. Sebelumnya ia menyebut sang suami hanyalah pekerja biasa. "Brapa so bapak mo ambe? (Berapa banyak bapak mo beli)" ujar ibu tadi.
Namun saat ditanya asal kayu, si ibu curiga dan buru-buru mengakhiri perbincangan dan pergi. "Wah nintau, tanya pa dia," katanya.
Dari hasil pantauan Tribun, ternyata selain penebangan pohon, di area hutan lindung itu juga marak dengan kegiatan perkebunan warga. Berhektare-hektare lahan ditanami jagung, dan beberapa tanaman lain.
Seorang petani yang mengaku bernama Decky menyangkal jika lahan yang ditanaminya dengan jagung berada
di atas hutan lindung, padahal nyata ‑nyata ada tulisan hutan lindung tak jauh dari lahan tersebut.
"Pekerjaan saya memang petani, ini areal bukan hutan lindung," kata dia dengan nada cemas.
Penebangan juga ditengarai masih terjadi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih dan beberapa kawasan hutan lindung dan cagar alam di Kota Bitung. Padahal, selama ini Kota Bitung mengandalkan air bersih dari kawasan Hutan Gunung Wiau dan kawasan lain di dataran tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kawasan-gunung-tumpa_20170925_130235.jpg)