Jemaat GMIM Talita Kum Pondang Sudah Cetak Surat Suara Pemilihan Pelsus
Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akan menggelar pemilihan pelayan khusus (Pelsus) pada 13-15 Oktober 2017
Penulis: Maickel Karundeng | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Maickel Karundeng
TRIBUNMANADO.CO.ID,AMURANG - Jemaat Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) akan menggelar pemilihan pelayan khusus (Pelsus) pada 13-15 Oktober 2017
Segala bentuk persiapan telah disiapkan para panitia pelaksana masing-masing jemaat guna suksesnya pemilihan pelsus. "Saat ini masih pemantapan dan sosialisasi di jemaat," ucap Ketua Panitia Pemilihan Pelsus Jemaat GMIM Talita Kum Pondang Stenly Sunkudon kepada Tribun Manado Kamis (21/9/2017).
Terkait lokasi dan tempat pemilihan nanti akan diumumkan pada tanggal 1 Oktober 2017. "Kertas suara telah selesai di cetak dan siap dibagikan kepada jemaat yang berjumlah 107 Kepala Keluarga dengan jumlah kertas suara hampir 1.000 lembar," ungkap Sunkudon.
Ketika ditanya mengenai sosok yang dapat menjadi Ketua BIPRA belum ada calon baginya.
"Paling tidak sebagai calon harus memiliki komitmen pelayanan, pengalaman pelayanan, rendah Hari sesuai syarat-syarat dan terlebih dari itu ada kerendahan hati," ungkapnya.
Steven Tuwondila tokoh pemuda dan mantan Pnt Pemuda Pinaling mengatakan untuk juklak pemilihan pelsus saat ini lebih rumit dari periode yang sedang berjalan.
Antara lain aturan tentang calon pelsus di poin yang menyebutkan cerai mati, kalau cerai hidup tidak bisah di pilih.
Bagaimana ada pelayan yang sementara melayani di periode ini yang pelayanannya baik sesuai amanat gereja.
"Poin yang mantan napi, sangat bertolak belakang dengan apa yang diinginkan Tuhan atas pertobatan, biar mantan napi tapi kalau sudah bertobat dan kembali kejalan yang benar bagaimana? Seperti itulah yang saya pahami," terangnya.