Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cetak Sawah Terkendala Lumpur, Ini Kata Dinas Pertanian Boltim

Cetak sawah di dua Desa Tombolikat dan Kayomoyondi, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terkendala lumpur yang mencapai 2 meter.

Penulis: | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribun Manado Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Cetak sawah di dua Desa Tombolikat dan Kayomoyondi, Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terkendala lumpur yang mencapai 2 meter.

Rencananya dua desa di Kecamatan Tutuyan, paling besar lahan untuk cetak sawah. Tombolikat 42 hektar sedangkan Kayomayondi 82 hektar.

"Dari hasil cetak sawah rencana awal Tombolikat 42 hektar realisasi 10, 2 hektar, sedangkan Kayomayondi 82 hektar realisasi 25,7 hektar. Memang kami terkendala medan yang ekstrim," kata Kepala Bidang Prasarana, Sarana dan Pengawasan Syuriaty Sarunggu, Rabu (20/1/2017).

Kata dia, rencana awal Boltim untuk cetak sawah ditargetkan 200 hektar oleh pusat dengan anggaran 32 miliyar. Wilayah terbesar Tombolikat dan Kayomayondi. Namun medan ekstrim, maka akan mencari alternatif di daerah lain.

"Sudah ada beberapa daerah penganti seperti Buyat, Purworejo Timur dan Liberia," kata Syuriaty Sarunggu.

Lokasi Desa Buyat, awalnya 21 hektar kemudian ditambah 20, totalnya 41 hektar. Untuk Purworejo Timur 26 hektar sedangkan Liberia 8 hektar. Desa Liberia lokasinya bisa dapat lebih, tetapi dihentikan, karena masuk kawasan hutan dan areal perkebunan kopi. Jadi sisanya masih sekitar 70 hektar cetak sawah belum ada lokasi.

Kadis Pertanian, Ramlah Mokodompis, mengatakan, lokasi cetak sawah untuk di Boltim, masih banyak. Namun dicari yang cocok serta permintaan kelompok tani.

"Pokoknya target 200 hektar untuk Boltim, pasti akan tercapai sampai September," ujar Ramlah.

Sementara Babinsa Tombolikat, Sersan Dua Dobi, mengatakan, alat berat yang mengerjakan cetak sawah sulit bekerja, karena lumpur.

Waktu pengerjaan di Tombolikat, eksavator terbalik karena lumpur. Jadi bekerja harus mengunakan batang kelapa untuk buat jalan. Hal ini yang membuat proses pekerjaan lama dan sulit.

"Masalah target 42 hektar bisa tercapai, asalkan lumpurnya tidak terlalu dalam. Sebab sangat menyulitkan untuk dikerjakan," ujar Dobi.

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved