Tribun Manado TV
(VIDEO) Olly Perjuangkan Konektivitas Perdagangan Bitung-Hongkong
Gubernur Olly Dondokambey tak menyerah untuk mewujudkan konektivitas perdagangan sehingga pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, menjadi International H...
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gubernur Olly Dondokambey tak menyerah untuk mewujudkan konektivitas perdagangan sehingga pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, menjadi International Hub Port (IHP).
Kapal Roro yang melintasi Bitung-Davao-General Santos terhenti operasinya.
Kini Olly membidik jalur Bitung-Hongkong.
Gubernur mengatakan, proses untuk mewujudkan ini sudah dilakukan dengan melobi perusahaan Kapal besar.
"Kita Coba peluang untuk jalur ke Hongkong, dari Bitung langsung kirim waktunya 4 malam sampai," kata Olly.
Jika Sulut berhasil jadi Hub Port maka Indonesia timur tetolomg ikut bertumbuh ekonominya.
"30 tahun makan duit pemerintah, tidak berkembang. Sekarang coba gub port pindah ke sini. Jarak tempuh dekat," kata dia.
Sebagai langkah awal, Kapal besar berukuran 328 meter akan sandar di Bitung untuk uji coba pelabuhan.
"Mereka awalnya ragu kapal besar bisa sandar. Kita paksakan datang supaya mereka tahu," ujarnya.
Artinya jalur ini bisa dilalui kapal besar ini, dari Bitung langsung Hongkong.
"Masalah ekapor impor itu masalah kontainer," katanya
Harusnya impor pakaian bisa langaung di Sulut, tapi saat ini harus beli lagi dari Jakarta dan Surabaya.
Akhirnya bikin inflasi karena harga tinggi.
Sulut pun bukan daerah industri seperti di Jawa. Jadi sasarannya harus jasa.
Biaya akan lebih murah jika barang masuk bitung kemudian distribusi ke Indonesia Timur.
Ia menyadari masalah Roro yang tak lagi beroperasi karena harus angkut barang dari filipina tapi saat kembali dari Bitung malah kosong
"Harusnya ada isi barang pulang pergi, rugi kalau kosong," ujarnya.
Simak video di atas.(TribunManado.co.id/eas/ryo)