Jual Obat PCC, Apotek di Kotamobagu Bakal Ditutup

"Jadi setiap apotek di Kota Kotamobagu. Kalau didapati menjual obat itu langsung dibekukan,"

Jual Obat PCC, Apotek di Kotamobagu Bakal Ditutup
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Manado Crhistian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Kasus penyalahgunaan obat jenis Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) mendapat perhatian serius dari pemerintah Kota Kotamobagu.

Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara mengimbau kepada semua pihak, mulai dari orang tua, guru, siswa, mahasiswa, pemuda dan lainnya untuk mengawasi sekaligus waspadai keberadaan obat itu di Kota Kotamobagu.

"Obat itu sangat mengkhawatirkan dan merupakan obat berbahaya bisa membuat yang konsumsi berhalusinasi tinggi, tak sadar sampai meregang nyawa," katanya, pada Selasa (19/9/2017)

Dengan peran dan parsipasi semua pihak, Tatong berjanji akan memutus rantai peredaran obat itu.

Dia juga meminta agar segera melapor bagi siapa saja yang diketahui membawa, gunakan dan edarkan obat berbentuk tablet.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kotamobagu, drg Haris Mongilong mengatakan pihaknya akan menyeriusi niat wali kota dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan obat PCC.

"Hari ini saya baru saja disampaikan oleh direktur pelayanan kesehatan dan rujukan kementerian Kesehatan RI mengenai obat itu. Jadi setiap apotek di Kota Kotamobagu. Kalau didapati menjual obat itu langsung dibekukan," tegas Haris.

Pihaknya me-warning keras kepada apotek di Kotamobagu yang menjual obat tidak teregistrasi apalagi obat terlarang. "Kami akan melakukan sidak di tempat, pada waktu dan jam yang tidak akan disampaikan ke publik," janjinya.

Dinas Kesehatan Kotamobagu akan turun lapangan melakukan sosialisasi pengaruh obat itu di semua sekolah, desa dan kelurahan se Kota Kotamobagu. Pihaknya akan bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) pusat untuk kampanyekan obat terlarang termasuk PCC.

Kabag Humas Polres Bolmong AKP Saiful Tamu mengatakan pihaknya belum menemukan obat jenis itu beredar di masyarakat. Sambil terus melakukan penyelidikan jika ditemukan akan langsung diproses hukum.

"Kami imbau dan sampai pada masyarakat untuk jangan sekali-kali mencoba atau merasa obat itu," kata Tamu.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved