500 Bentor di Mitra tak Berizin
Ratusan bentor yang beroperasi disebagian Kecamatan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tak memiliki izin, Minggu (17/09).
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Liputan Wartawan Valdy Vieri Suak
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Ratusan bentor yang beroperasi disebagian Kecamatan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tak memiliki izin, Minggu (17/09).
Hal ini dikatakan Crets Benda Kepala Bidang Perhubungan Darat, Dinas Perhubungan (Dishub) Mitra.
Menurut Crets karena tak berizin, data pasti jumlah kendaraan roda tiga tersebut tak ada di Dishub Mitra. "Namun lalu sempat kita hitung, kurang lebih ada sekitar 500 bentor di Mitra. Tapi data pasti tidak kita simpan," jelasnya.
Dia mengatakan, sampai saat ini pengoperasian Bentor belum memiliki izin. "Kan itu kendaraan modifikasi. Kalau pun modifikasi harus seizin Dirjen," jelasnya.
Tak hanya itu menurutnya kelengkapan kendaraan bentor tidak sesuai. "Contoh untuk STNK, itu pasti STNK motor roda dua. Tapi nyatanya sudah menjadi roda tiga," akunya.
Dari segi keamanan dan kalayakan menurut Benda Bentor belum teruji secara resmi. "Namun kendaraan ini sudah menjadi budaya juga di masyarakat. Jadi untuk dihilangkan sudah sangat susah. Masyarakat juga masih mengutamakan bentor daripada kendaraan dalam desa lain," ungkapnya.
Saat ini bentor sudah beroperasi di empat Kecamatan yakni, Ratahan, Ratahan Timur, Belang dan Ratatotok. "Tapi ada Kecamatan sejak awal menolak adanya bentor. Seperti lalu di Kecamatan Tombatu menolak adanya bentor," ungkapnya.
Sementara itu Ajun salah satu pengemudi bentor asal Belang mengatakan, sampai saat ini tak pernah mengurus izin operasi. "Soalnya tidak ada juga tempat urus izin untik bentor sampai saat ini," katanya.
Meski tak dilengkapi dokumen perizinan namun ia mengaku tak pernah ada kendala. "Selama ini tak ada masalah, paling kalau ada razia hanya diminta pakai helm," ungkapnya.
Meski tak memiliki izin namun ia memastikan penumpang aman saat naik bentor. "Semua kendaraan umum termasuk bentor tentu sudah ada standar keamanannya. Masyarakat juga lebih pilih bentor dari pada kendaraan lain," jelasnya.
Novita Halidu pengguna bentor mengatakan, bahwa lebih nyaman saat naik bentor. "Kalau hujan tidak basah, tarifnya juga lebih murah daripada ojek," akunya.
Apalagi menurutnya bentor bisa ditemui dimana saja. "Termasuk dalam lorong, karena bentor keliling cari penumpang," tandasnya. (val)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/crets-benda_20170913_172559.jpg)