Komunitas Dinding Tiap Minggu Mengajar 80 Anak di Pasar Bersehati
Menolong dan peduli anak putus sekolah. Itulah yang dilakukan kelompok mahasiswa ini.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-Menolong dan peduli anak putus sekolah. Itulah yang dilakukan kelompok mahasiswa ini.
MENDIDIK dan mengajar anak putus sekolah di Pasar Bersehati, Manado. Itulah yang dilakukan sekelompok mahasiswa setiap ada waktu luang. Mereka pun telah sepakat dengan beberapa anak didik untuk meluangkan waktu belajar setiap Sabtu, pukul 13.00 wita.
"Kami mengajar kepada anak‑anak yang putus sekolah di Pasar Bersehati," ujar Wakil Ketua Komunitas Dinding, Hendrick Tobing, Selasa (5/9/2017).
Tobing menambahkan, saat memberi pengajaran kepada anak‑anak, tepatnya setiap minggu mendidik rata‑rata sekitar 70 hingga 80 anak. Mereka terdiri dari PAUD sekitar 30 orang, kelas 1‑3 SD sekira 30 anak, kelas 3 hingga kelas 6 sekira 20 orang. "Ada juga yang setara SMP sekitar 3 sampai 4 orang tiap minggu.
Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Gorontalo, Kotamobagu. Ada juga yang berasal dari Manado. "Secara prosentasi yang berasal dari Manado hanya 10-15 persen. Tapi mereka memang tumbuh dan besar di lingkungan pasar, '' ujarnya.
Di komunitas ini ada empat kegiatan yang dilakukan antara lain mengajar setiap Sabtu pukul 13.00 wita. Kemudian summer game kerjasama dengan Batalyon Rider 712. Melakukan perjalanan ke tempat yang belum pernah dikunjungi anak‑anak tersebut. "Seperti ke Bandara Samrat," ujarnya.
Selain itu, ada kegiatan berbagi kasih dengan masyarakat setempat yang tidak mampu.
Komunitas Dinding berawal dari diskusi sekumpulan mahasiswa dari berbagai jurusan dan kampus menjadikan awal terbentuknya komunitas Dinding Manado.
Komunitas yang berdiri pada 14 Februari 2010, memiliki anggita awal berjumlah 30 orang.
Saat ini, komunitas tersebut beranggota sekitar 24 orang pengurus
Selain itu, ada juga anggota lainnya. Untuk dana sendiri, kami patungan. Tidak ada sumbangan dari instansi apapun.
Ia mengatakan, ia dan anggota lainnya pernah sampai ke Dinas Pendidikan mencari cara untuk membuat ijazah untuk anak‑anak. Namun, karena prosesnya tidaklah mudah, sampai saat ini keinginan tersebut belum terpenuhi.
Priska Panahal, seksi publikasi dan dokumentasi mengatakan, dia senang bisa bergabung dengan komunitas tersebut. Selain bisa memberikan ilmu juga memberikan pengalaman selama berada di bangku sekolah.
Tak ada syarat khusus untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Cukup datang setiap Sabtu pukul 13.00 di Lantai 3 Pasar Bersehati Kota Manado, Anda bisa langsung menjadi anggota komunitas Dinding Manado.(herviansyah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/anak-putus-sekolah_20170907_091013.jpg)