Anak Putus Sekolah Harus Jadi Perhatian Serius

MERUJUK data Badan Pusat Statistik Sulut jumlah anak putus sekolah atau diisitilahkan dalam bahasa Manado 'Patah Pinsil' mencapai 1557 anak.

Anak Putus Sekolah Harus Jadi Perhatian Serius
NET
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO-MERUJUK data Badan Pusat Statistik Sulut jumlah anak putus sekolah atau diisitilahkan dalam bahasa Manado 'Patah Pinsil' mencapai 1557 anak.

Kasus terbanyak sesuai data berada di Kabupaten Minahasa Selatan. Sedikitnya 185 anak terdata putus sekolah. Anak putus sekolah terdiri dari 26 siswa SD, 26 siswa SMP, masing‑masing 68 dan 65 siswa SMA dan SMK.

Di urutan kedua ada Kota Kotamobagu mencapai 182 anak. Hampir sebagian besar anak putus sekolah terjadi di tingkag SMK mencapai 89 anak.

Selanjutnya diurutan berikut terdata Kota Bitung punya 144 anak putus sekolah. Di Kota pelabuhan ini sebagian besar anak putus sekolah sejak SD yakni sebanyak 75 anak.

Ibu kota Sulut, Manado pun tak luput dari masalah anak putus sekolah tercatat ada 99 anak harus meninggalkan bangku sekolah.

Hal ini berbeda dengan Kota Manado yang sesuai data Diknas Manado tak ada anak putus sekolah. Namun, fakta di lapangan banyak anak usia sekolah yang berjualan saat jam belajar berlangsung.

Hal ini diharapkan menjadi perhatian serius seluruh stake holder yang ada di ibu kota Sulut ini. Terkait hal ini, Wakil Ketua DPRD Richard Sualang menegaskan, Diknas Manado wajib turun lapangan mengecek ada tidaknya anak putus sekolah di Kota Manado, agar tak menimbulkan persoalan serius di kemudian hari. "Dinas Pendidikan Kota Manado tak boleh hanya diam dan menunggu laporan dari sekolah. Nanti sekolah akan melaporkan tak ada yang putus sekolah. Jadi perlu turun ke lapangan, agar mendapatkan data akurat," kata Sualang, Selasa (5/9).

Dinas terkait kata Sualang perlu juga berkoordinasi dengan pihak kelurahan hingga lingkungan untuk mendata anak‑anak putus sekolah.

"Kelurahan dan lingkungan paling tahu siapa saja anak‑anak  yang putus sekolah. Jadi dinas harus koordinasi agar dapat angka yang pasti.  Saya saja sering melihat langsung anak‑anak pputus sekolah berkeliaran diarea parkir  sejumlh lokasi perbelanjaan," ungkapnya.

Anak putus sekolah kata Sualang tak bisa dibiarkan. Ini mengancam masa depan mereka sebagai generasi penerus pembangunan di daerah."Jiak anak‑anak dibiarkan putus sekolah, maka upaya untuk mencerdaskan seluruh masyarakat kota tidak jalan dan itu melanggar undang‑undang. Sebab, dalam undang‑undang, setiap warga  negara termasuk anak‑anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak," ujarnya.(ryo/war)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved