Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

SYOK! Ini Penuturan Saksi Mata, Anak-anak Rohingya Dipenggal Dan Dibakar

"Mereka yang menutup mata terhadap genosida yang diabadikan atas nama demokrasi adalah kolaboratornya," ujar Presiden Turki, Erdogan

Editor:
AFP
Relawan Indonesia memberikan air dan makanan untuk pengungsi Rohingya dari Myanmar di daerah kurungan baru di kota nelayan Kuala Langsa di Aceh pada 16 Mei 2015 di mana ratusan migran dari Myanmar dan Bangladesh sebagian Rohingya yang mengungsi setelah mereka diselamatkan oleh nelayan Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang warga Myanmar memberikan kesaksian saat dirinya terjebak di kekerasan dan pembantaian yang dilakukan oleh militer Myanmar.

Pria bernama Abdul Rahman (41) mengatakan dirinya berhasil selamat dari 4 jam serangan di Desa bernama Chut Pyin.

Dilansir dari Independent.co.uk, Abdul Rahman mengatakan pada Fortify Rights, sebuah kelompok amal yang bekerja di area tersebut, sekelompok pria Rohingya dikumpulkan dalam pondok bambu dan kemudian dibakar.

"Saudara kandungku dibunuh, dibakar bersama sekelompok pria tersebut," ucapnya.

Namun dirinya berhasil bertemu dengan keluarga yang lainnya.

Masyarakat Profesional Bagi Kemanusiaan Rohingya menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar Myanmar, di Jakarta, Sabtu (2/9/2017). Demonstran memprotes kekerasan yang dilakukan rezim militer Myanmar terhadap etnis Rohingya serta mendesak pemerintah Indonesia mengusir duta besar Myanmar. TRIBUNNEWS/HERUDIN

"Mereka hidup namun tubuhnya ada bekas luka peluru dan luka senjata tajam," terangnya kemudian.

Kekejaman tentara Myanmar tak berhenti disitu.

"Dua keponakan saya, kepala mereka dipenggal. Satu berumur 6 tahun satunya berumur 9 tahun. Adik iparku ditembak" katanya.

Seorang pria dari desa yang sama, Sultan Ahmed (27) mengatakan hal yang sama.

"Beberapa warga kepalanya dipenggal, dan banyak yang dilukai. Kami berada di dalam sebuah rumah untuk bersembunyi, (kemudian datang warga dari desa tetangga dengan bersenjata) datang dan memenggal kepala,"

Mereka pun ketakutan.

"Saat kami melihat itu, kami melarikan diri ke belakang rumah," jelasnya.

ROHINGYA VISION
Keseharian pengungsi Rohingya yang memprihatinkan di Bangladesh.

Korban selamat dari desa lain di kawasan tersebut juga melihat orang-orang dipenggal atau tenggorokannya di potong.

Presiden Turki, Tayyip Erdogan, mengatakan Myanmar sedang melakukan genosida.

"Mereka yang menutup mata terhadap genosida yang diabadikan atas nama demokrasi adalah kolaboratornya," ujar Erdogan.

Turki menawarkan bantuan finansial untuk Bangladesh jika membuka perbatasan untuk pengungsi Rohingya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved