Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tribun Manado TV

(VIDEO) Luar Biasa! Demi Hidup, Wanita Ini Berada di Atas Rakit 15 Jam Setiap Hari!

Seperti itulah sikap yang ditunjukkan Hermin Safat, warga Desa Ollot II, Kecamatan Bolangitang Barat, Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, Juma...

Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie

Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOROKO - Tak kenal menyerah. Seperti itulah sikap yang ditunjukkan Hermin Safat, warga Desa Ollot II, Kecamatan Bolangitang Barat, Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara, Jumat (25/8/2017).

Setiap hari, wanita berusia 42 tahun ini, menjadi operator rakit di Sungai Bolangitang yang menghubungkan Desa Keimanga dan pemukiman transmigran Goyo, Desa Ollot II.

"Sejak jam 7 pagi, saya sudah berada di atas rakit. Jika ada warga atau kendaraan roda dua yang ingin menyeberang, saya sendiri yang akan mengoperasikan rakit ini dengan menarik talinya hingga rakit bergerak ke tepi sungai lainnya," kata Hermin.

Jika banyak warga yang menyeberang, Hermin bisa bekerja hingga pukul 20.00 Wita malam. "Saya tidak merasa lelah meski harus bekerja hingga malam hari. Sebab, yang terpenting bagi saya adalah bisa membantu warga lainnya untuk menyeberangi sungai ini," tuturnya.

Sungai Bolangitang memiliki lebar hingga 30 Meter. Karena tak adanya jembatan penghubung yang dibangun pemerintah, maka warga dengan spontan membuat rakit sebagai sarana transportasi, agar bisa menyeberang dengan aman.

"Tak ada jembatan, jadi kami membuat rakit ini agar memudahkan warga untuk menyeberang dari desa satu ke desa lainnya,’’ jelas Hermin.

Rakit yang dioperasikan Hermin sangat sederhana. Sebab, hanya terbuat dari bambu dengan panjang hingga 7 Meter yang diikat rapat dengan tali.

Agar tidak hanyut, rakit diikat dengan tali dan dihubungkan dengan katrol kecil yang terpasang pada tali lainnya, untuk memudahkan rakit bergerak di area sungai.

"Jika tak ada rakit ini, warga bisa hanyut saat memaksa menyeberang. Sebab, sungai ini dalamnya saat musim kemarau minimal 1 Meter, dan arusnya cukup kuat jika dalam musim penghujan," tegasnya.

Untuk bisa menarik rakit, Hermin harus mengeluarkan tenaga ekstra. Apalagi jika memuat penumpang 3 hingga 4 orang bersama kendaraan roda dua.

"Sudah terbiasa, jadi tangan saya tidak sakit meski menarik beban yang berat," ungkapnya sambil tersenyum.

Saat musim kemarau, Hermin melindungi kepalanya dengan topi agar tak tersengat terik sinar matahari secara langsung.

Pakaian lengan panjang dan celana panjang, dibalut sarung tangan membungkus tubuhnya.

"Sejak daerah transmigrasi Goyo dibuka pada tahun 2005, sejak saat itu saya sudah melakoni profesi ini dengan bangga," ungkanya.

Pendapatan Hermin setiap hari bisa mencapai Rp 200 Ribu, sebab setiap warga yang melintas dengan rakit membayar jasa Rp 5 Ribu.

"Saat musim kemarau pendapatan per hari Rp 150 Ribu. Tapi, jika musim penghujan bisa mencapai Rp 200 Ribu dan hasilnya dibagi dua dengan pemilik rakit," ujarnya.

Hasil jerih payahnya sebagai operator rakit, bisa menafkahi keluarganya. Bersama suaminya, Hermin kini sementara membiayai dua anaknya yang sedang menuntut ilmu.

"Anak sulung saya yang laki-laki yakni Aswar Lorestabo sudah kuliah di STAIN Gorontalo, sementara adiknya kini sudah SMP. Sebagian besar biayanya dari hasil menjadi operator rakit, jadi saya sangat senang dan bangga bisa menjalankan profesi ini," katanya.

Meskipun arus sungai kuat, Hermin tetap bekerja tanpa rasa takut. "Meski baguhi (berarus kuat), saya tetap kerja. Tidak ada rasa takut, sebab sudah terbiasa melakukan pekerjaan ini," katanya lagi.

Hamid Safii (56), warga pemukiman Goyo mengaku sangat terbantu dengan adanya rakit yang dioperasikan Hermin.

Sebab, ia bisa menyeberang dengan aman tanpa ada rasa khawatir akan hanyut di sungai.

’Rakit ini sangat membantu warga untuk menyeberang sungai, sebab di sini belum dibangun jembatan permanen oleh pemerintah,’’ tukasnya.

Simak selengkapnya dalam tayangan video di atas.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved