Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado Tersedia di Android
Menjadi Satu Kitab yang utuh dan siap dipakai oleh jemaat GMIM yang tersebar di Sulawesi Utara memerlukan waktu kurang lebih 10 tahun untuk menyelesa
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Menjadi Satu Kitab yang utuh dan siap dipakai oleh jemaat GMIM yang tersebar di Sulawesi Utara memerlukan waktu kurang lebih 10 tahun untuk menyelesaikannya. Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado saat ini mulai dipakai.
Penerjemah Alkitab Perjanjian Baru Bahasa Manado, Pdt Linda Goliot Sth dan Penatua Ayu Suwandi SP menyambut Tribun Manado di kantor yang berlokasi di Matani Kota Tomohon, Jumat (25/8/2017).
Dijelaskan Penatua Ayu, sebelum membuat alkitab perjanjian baru bahasa Manado, dilakukan penelitian terlebih dahulu. Pada tahun 2000 lakukan latihan bahasa, bahasa manado luas dan masuk di greja-greja, lakukan kegiatan uji coba di Kota Manado sampai di pelosok.
"Jadi satu pasal minimal 4 kali dilakukan uji coba ke orang berbeda. Tim penerjemah yang terlibat bisa dikatakan ribuan orang, setiap pasal kita lakukan penelitian di lapangan, jemaat juga bisa dikatakan tim penerjemah, ketika buat naskah bawa di lapangan dan tanya arti dan makna, kalau ada kata yang tidak dimengerti diganti," jelas dia.
Ia mengatakan. Setelah dibaca di dalam alkitab perjanjian baru dalam bahasa Manado ini, tidak ada istilah halus dan kasar, sopan dan wajar, menggunakan prinsip tepat jelas dan wajar. "Kalau hitung responden ada ribuan orang terlibat, tahapan uji coba 4 kali, pemeriksaan dari konsultan, konsultan lihat apakah responden mengerti atau tidak," katanya.
Hingga saat ini dicetak berjumlah sekira 2000. Memberitahukan kenapa alkitab perlu ada dalam bahasa daerah. Orang kaget sesuatu yang baru, ini dilakukan penelitian dan seminar. "Pertama belajar prinsip penerjemahan, latar belakang kitab, menerjemahkan ada tingkat kesulitan untuk menerjemah seperti belajar Markus, kemudian buat draft didiskusikan, ketika sepakat diperiksa konsultan yang mahir bahasa Indonesia dan Manado. Namanya ini pekerjaan penginjilan, bagaimana firman ini bisa disampaikan ke dalam bahasa dekat di hati," ujarnya lagi.
"Tak mudah untuk menciptakannya karena waktu bikin naskah diskusi dengan konsultan, konsultan ok mereka turun ke lapangan contoh ke Tuminting, mereka balik ulang dan diskusi hasil ujicoba, tujuan firman Tuhan itu boleh tersedia dalam bahasa dekat dihati," katanya.
Untuk Alkitab perjanjian baru bahasa Manado ini bisa juga dibuka dalam android.
Rata-rata konsultan tahu bahasa Indonesia dan Manado, konsultan-konsultan yang sudah kuasai penerbitan bahasa lain.
"Kalau sudah di setujui oleh beberapa konsultan kemudian siap di cetak. Diperiksa Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), baca dari pertama kasih ke beberapa orang dibaca, diundang khusus pimpinan greja, kita tidak tercover beberapa pimpinan karena ada ribuan greja. Ini pekerjaan yang besar," pungkasnya.(fer)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/inilah-bentuk-alkitab-perjanjian-baru-bahasa-manado_20170804_204459.jpg)