Korsel Pasar Potensial Kayu Manis Sulut
Korea Selatan (Korsel) menjadi pasar komoditas kayu manis asal Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini menunjukkan komoditas tersebut semakin di Minati oleh
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Korea Selatan (Korsel) menjadi pasar komoditas kayu manis asal Sulawesi Utara (Sulut). Hal ini menunjukkan komoditas tersebut semakin di Minati oleh pasar luar negeri.
"Kayu manis Sulut sudah diekspor ke Korsel hal ini tentu saja cukup menggembirakan," ujar Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Darwin Muksin, Rabu (20/8/2017).
Muksin menambahkan ekspor tersebut dilakukan belum lama ini dengan volume 10 ton dengan nilai 16.615 dolar AS. "Ekspor tersebut akan kami tingkatkan sehingga menghasilkan devisa lebih besar lagi untuk Sulut," ungkapnya.
Masuknya kayu manis ke negeri gingseng tersebut minat masyarakat negara tersebut cukup tinggi terhadap komoditas Sulut.
Selain itu, hal ini menunjukkan komoditas kayu manis dari Sulut memiliki kuakitas yang baik, telah memenuhi standar internasional.
Saat ini, di Sulut banyak industri yang memberi nilai tambah dari kayu manis (cassiavera), sehingga Indonesia hanya mengekspor bahan mentah, akibatnya, menurut dia, pengimpor bisa menekan harga. "Bahan rempah ini antara lain digunakan sebagai campuran makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, dan aroma terapi," ungkapnya.
Sedangkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Moh Edi Mahmud mengungkapkan nilai ekspor Sulut Juli 2017 sebesar 84,40 juta dolar AS meningkat 27,25 persen dibanding Juni 2017 yang sebesar 66,33 juta dolar AS dibandingkan Juli 2016 (YoY) nilai ekspor Sulut mengalami peningkatan sebesar 19,35 persen atau naik dari 70,72 juta dolar AS menjadi 84,40 juta dolar AS.
Berbagai komoditi yang diekspor tidak hanya melalui Sulut saja, namun ada juga diekspor ke pasar
luar negeri melalui pintu ekspor di provinsi lain seperti DKI Jakarta, Jawa Timur dan lain-lain. Selama l2017 sampai Juli nilai total ekspor Sulawesi Utara sebesar 579,15 juta dolar AS, ekspor melalui Sulut sebesar 498,92 juta dolar AS dan sisanya melalui provinsi lain sebesar 80,23 juta dolar AS.
Secara kumulatif hingga Juli dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya terjadi penurunan nilai
ekspor sebesar 3,81 persen, turun dari 602,10 juta dolar AS pada tahun 2016 menjadi 79,1 juta dolar AS. (erv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/kayu-manis_20170409_224402.jpg)