Selasa, 14 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Abaikan Peringatan Keselamatan, Pria Ini Hibur Bocah Sekarat dalam Serangan Teror Barcelona

Manajer proyek berusia 44 tahun itu berada di Bacelona mengunjungi adiknya untuk melakukan perjalanan spontan merayakan ulang tahun anaknya.

Penulis: | Editor:
Alamy Live News
Harry Athwal seorang pria yang mengabaikan larangan keselamatan demi menghibur bocah sekarat saat serangan di Barcelona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang ayah Inggris menolak untuk ditakuti oleh para teroris Barcelona dan berbaring di jalan untuk menghibur seorang anak laki-laki sekarat yang ditabrak oleh para pelaku jihad dalam serangan mematikan tersebut.

Dikutip dari laman Metro.co.uk, Harry Athwal (44) dari Birmingham sedang berlibur di Spanyol saat mobil Las Ramblas berkecepatan tinggi, menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 100 orang.

Satu di antara korban mereka adalah seorang anak laki-laki berusia sekitar tujuh tahun tapi pahlawan Athwal menolak untuk membiarkan dia meninggal sendirian.

Manajer proyek berusia 44 tahun itu berada di Bacelona mengunjungi adiknya untuk melakukan perjalanan spontan merayakan ulang tahun anaknya yang ke-delapan.

Dia melihat anakitu tidak bergerak, dengan mengabaikan peringatan polisi yang membersihkan daerah itu, ia pergi bersama anak muda itu.

"Dia pingsan, kakinya bengkok dengan cara yang salah, ada darah yang keluar dari kepalanya, saya tahu lebih dari sekadar darah. Saya memeriksa denyut nadinya dan ternyata sudah tidak ada. Saya meletakan tanganku di punggungnya dan kupikir dia sudah pergi. Saya membelai rambutnya dan banjir air mata tapi aku tetap bersamanya, saya duduk di sana karena tidak akan meninggalkan anak ini di tengah jalan," terangnya.

Dikatakannya, polisi menyuruhnya pindah tapi dia tidak meninggalkannya. Kata dia, sepanjang waktu dia berpikir teroris bisa kembali tapi tidak meninggalkan anak itu.

"Bagiku, dia tampak seperti anakkua sendiri. Dia adalah anak laki-laki saya, tujuh atau delapan tahun," katanya.

Polisi Spanyol sekarang percaya bahwa Younes Abouyaaqoub yang berusia 22 tahun mengendarai mobil van itu melalui jalan yang ramai.

Tersangka asli, Moussa Oukabir berusia 17 tahun yang menyewa dua kendaraan dengan nama saudara laki-lakinya, menggunakan ID curian, tewas ditembak di pantai Cambrils.

Empat lainnya tewas dalam baku tembak pada dini hari Jumat pagi.

Mereka adalah Said Aallaa (18) dan Mohamed Hychami (24).

Polisi mengatakan kelompok tersebut dipersenjatai dengan pisau dan parang dan memakai sabuk bunuh diri palsu.

Identitas dua orang lainnya yang terbunuh belum dirilis polisi.

Surat perintah penahanan telah dikeluarkan untuk Abouyaaqoub, yang sekarang menjadi tersangka utama.

Dia dikatakan sebagai bagian dari sel teror yang merencanakan untuk mengisi truk dengan bahan peledak dan meledakkannya.

Pemerintah Spanyol diharapkan membuat keputusan hari ini mengenai apakah akan menaikkan tingkat ancaman teror di negara tersebut. (metro.co.uk)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved