Dugaan Korupsi Pemecah Ombak Likupang Tunggu Audit BPKP, Bupati Vonny Tinggal Melanjutkan

Penyidikan kasus dugaan korupsi pemecah ombak di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terbilang lambat.

Dugaan Korupsi Pemecah Ombak Likupang Tunggu Audit BPKP, Bupati Vonny Tinggal Melanjutkan
TRIBUN MANADO
Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan melantik 53 orang Hukum Tua beberapa waktu lalu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO ‑ Penyidikan kasus dugaan korupsi pemecah ombak di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) terbilang lambat. Pasalnya, kasus ini telah dilaporkan sejak tahun 2016, namun hingga saat ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut belum mengumumkan ke publik tersangka yang bertanggungjawab dengan kasus ini.

Hanya informasi yang diperoleh Tribun Manado, Rabu (16/8), korps baju coklat sudah memeriksa 15 saksi terkait kasus ini. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sulut Yoni Yoni E Mallaka mengatakan sudah banyak saksi yang diperiksa.

"Saya belum bisa pastikan berapa orang tapi memang sudah banyak yang diperiksa. Mungkin sudah 15 orang," ujar Yoni, Rabu (16/8).

Dia mengatakan, semua saksi yang diperiksa berkaitan langsung dengan proyek yang dibanderol Rp 15 miliar ini."Semua yang diperiksa berkaitan dengan proyek pemecah ombak. Saya juga tidak bisa membeberkan siapa saja inisial mereka," kata dia.

Yoni menambahkan, pihaknya masih terus berupaya agar kasus ini bisa segera terselesaikan. "Sekarang kan sudah tahap penyelidikan, dan kami masih menunggu hasil penghitungan kerugian negara dari BPKP untuk menetapkan siapa saja tersangkanya," ujarnya.

Proyek ini sendiri terletak di pesisir pantai Desa Likupang II, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara.

Bebatuan yang disusun seperti benteng adalah talud pemecah ombak. Sengaja dibangun untuk melindungi perkampungan nelayan di pesisir Pantai Likupang dari serangan gelombang pasang.

Talud pemecah ombak kokoh memanjang di pesisir kira‑kira 1 kilometer jauhnya.

Berlindung di balik 'benteng' pesisir itu  rumah‑rumah nelayan nan sederhana langsung menghadap ke laut. Kontras dengan pemandangan kampung nelayan, beragam perahu mengapung di perairan dekat pesisir pantai.

Di balik manfaatnya melindungi pemukiman nelayan, proyek talud pemecah ombak itu kini tengah dibidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulut.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved