Perekonomian Sulut Tumbuh 5,80 Persen
erekonomian Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan II-2017 tumbuh 5,80 persen bila dibandingkan triwulan II-2016.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) pada triwulan II-2017 tumbuh 5,80 persen bila dibandingkan triwulan II-2016. Pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha kecuali Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial yang tumbuh terkontraksi sebesar -1,92 persen.
"Penyediaan akomodasi dan makan minum merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 12,31 persen, diikuti pertambangan dan penggalian sebesar 9,81 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Moh Edi Mahmud, Senin (7/8/2017).
Mahmud menambahkan pertumbuhan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan dan minum disebabkan karena adanya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing di triwulan II-2017 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 dimana saat itu kunjungan wisatawan mancanegara baru dimulai sehingga masih rendah.
Struktur perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan II-2017 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan (21,96 persen), perdagangan besar dan eceran reparasi nobil dan sepeda motor (12,09 persen) dan konstruksi (11,30 persen).
Sementara itu, tiga besar sumber utama pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara triwulan II-2017 adalah Pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 0,96 persen diikuti konstruksi sebesar 0,83 persen, dan industri pengolahan sebesar 0,71 persen.
Sedangkan Kabid Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sulut, Olga Frida Regae meengungkapkan bila dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) tumbuh sekitar 7 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang tumbuh 12,92 persen pertumbuhan ini lebih disebabkan oleh siklus panen pada beberapa komoditi penting di Sulut. "Selain itu, kuantitas ekspor produk mentah perkebunan seperti pala dan kelapa serta cengkih yang cukup siginifikan dibanding triwulan sebelumnya," katanys.
Di sisi lain, produksi komoditi peternakan juga mengalami peningkatan yang merupakan bentuk respon para pelaku usaha peternakan menghadapi kenaikan permintaan konsumsi sehubungan dengan bulan ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Musim panen padi dan jagung yang terjadi pada triwulan ini juga menambah kuatnya dorongan pertumbuhan pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan.
Lebih kondusifnya cuaca sepanjang triwulan II 2017 dibandingkan triwulan sebelumnya mendukung peningkatan produksi perikanan tangkap.
Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga mengalami pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 10,40 persen seiring dengan meningkatnya Tingkat Hunian Kamar (TPK) hotel dibanding triwulan sebelumnya.
Hal ini disebabkan mulai banyaknya penyelenggaraan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) oleh pemerintah serta didukung pula dengan kedatangan turis dari Tiongkok maupun turis domestik terutama di kota Manado. Pertumbuhan Lapangan Usaha Konstruksi sebesar 9,62 persen disebabkan mulai bergeraknya proyek-proyek konstruksi pemerintah. (erv)