Jumat, 5 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Membandel. Korut Dijatuhi Sanksi Paling Keras Sepanjang Satu Generasi

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa ini adalah "sanksi paling keras terhadap suatu negara dalam satu generasi."

Tayang:
Editor:
KCNA/AFP
Kim Jong Un, pemimpin muda Korea Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID NEW YORK - Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( DK PBB) menyepakati sanksi baru terhadap Korea Utara ( Korut) terkait program-program rudal negeri itu.

Anggota DK PBB dengan suara bulat menyetujui sebuah resolusi yang melarang ekspor Korut dan membatasi investasi di negara tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa ini adalah "sanksi paling keras terhadap suatu negara dalam satu generasi." Demikian dilaporkan BBC, Minggu (6/8/2017).

Korut menguji dua rudal balistik antarbenua pada Juli 2017, kemudian menyatakan bahwa sekarang mereka memiliki kemampuan untuk menyerang wilayah manapun di AS.

Namun, para ahli meragukan kemampuan rudal-rudal Korut untuk mencapai target mereka secara tepat.

Uji coba itu dikutuk oleh Korea Selatan ( Korsel), Jepang dan Amerika Serikat (AS), dan mendorong disusunnya sanksi terbaru PBB ini.

Diperkirakan, Korut mendapatkan sekitar 3 miliar dollar AS pendapatan setiap tahun dari ekspor batubara, bijih besi dan bahan mentah lainnya ke China.

Sanksi ini dapat menghilangkan sepertiga dari perdagangan yang merupakan satu dari sedikit sumber pemasukan Korut.

Awal tahun ini, China menghentikan impor batubara untuk meningkatkan tekanan pada Pyongyang. Namun, sanksi berulang sejauh ini selalu gagal untuk mencegah Korut melanjutkan pembangunan rudalnya.

China, satu-satunya sekutu internasional Korut dan anggota DK PBB yang memegang hak veto, kali ini mendukung resolusi tersebut.

Sebelumnya, China sering kali melindungi Pyongyang dari resolusi yang berdampak buruk terhadap Korut.

Duta Besar AS Nikki Haley imengatakan DK telah meningkatkan hukuman atas aktivitas rudal balistik Korut "ke suatu tingkat yang sangat lain."

"Hari ini DK telah berkumpul untuk memperingatkan diktator Korut," kata Haley di DK PBB setelah pemungutan suara.

"Tindakan Korea Utara yang serampangan dan tidak bertanggung jawab terbukti merupakan hal yang mahal bagi rezim tersebut," katanya sambil juga memuji sikap China.

Duta Besar China, Liu Jieyi, mengatakan bahwa resolusi tersebut menunjukkan bahwa dunia "bersatu dalam sikapnya mengenai nuklir di semenanjung Korea".

Dia menyambut baik pernyataan Menlu AS sebelumnya bahwa AS tidak bermaksud mengupayakan perubahan rezim atau memprioritaskan penyatuan kembali Korea.

Tapi -bersama duta besar Rusia- dia mengecam penempatan sistem rudal THAAD di Korsel, dan menyerukan agar hal itu dihentikan. 

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "PBB Jatuhkan "Sanksi Paling Keras Sepanjang Satu Generasi" untuk Korut"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved