Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Badan Intelijen Korsel Manipulasi Pemilu yang Dimenangkan Park Geun-hye

Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) mengaku pernah memanipulasi data demi kemenangan partai konservatif pada pemilu parlemen dan Pilpres 2012.

Editor: Aldi Ponge
AP Photo/Lee Jin-man
Puluhan ribu pendukung mantan Presiden Korea Selatan Park Geun-hye mamadati jalan-jalan di sekitar Balai Kota Seoul untuk mengumandangkan tuntutan pembebasan Park, Sabtu (1/4/2017). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, SEOUL - Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) mengaku pernah memanipulasi data demi kemenangan partai konservatif pada pemilu parlemen dan Pilpres 2012.

Penyidik internal Badan Intelijen Nasional (NIS) Korsel mengonfirmasi, unit sibernya mengatur dan mengoperasikan 30 tim selama lebih dari dua tahun sebelum Pilpres Desember 2012 berlangsung.

Ketika itu Korsel masih dipimpin oleh seorang presiden konservatif, Lee Myung-bak.

Mereka menyewa warga sipil yang melek internet dan berusaha mempengaruhi pendapat pemilih melalui unggahan di portal dan sejumlah media sosial, termasuk Twitter, seperti dilaporkan AFP.

"Tim-tim tersebut dituduh menyebarkan pendapat pro-pemerintah dan menekan pandangan anti-pemerintah, membuat pandangan oposisi agar dianggap sebagai pandangan pro-Korut yang ingin menganggu urusan negara," kata pernyataan NIS.

Pada saat negara tersebut dipimpin oleh Lee Myung-bak yang konservatif, dan dalam acara pemilihan presiden Desember 2012 dimenangkan sekutunya, Park Geun-hye, yang mengalahkan Moon Jae-in dari kubu liberal.

Berdasarkan investigasi NIS, skala manipulasi suara Pilres 2012 bahkan jauh lebih luas dari perkiraan awal selama ini.

Pilpres 2012 akhirnya dimenangkan Park Geun-hye, presiden perempuan pertama Korsel dari partai konservatif Saenuri, yang tidak lain adalah sahabat Lee Myung-bak.

Namun, Park dimakzulkan karena tersangkut kasus korupsi dan nepotisme pada Maret 2017.

Beberapa tahun terakhir, kredibilitas NIS dipertanyakan karena sejumlah skandal yang menyeret nama badan intelijen tersebut.

Salah satu skandal yang menjadi sorotan publik adalah kasus pembuatan dokumen intelijen palsu terkait mantan pejabat kota Seoul yang lolos dari Korut pada 2004. 

Artikel ini sudah ditayangkan Kompas.com dengan judul : Intelijen Korsel Manipulasi Pemilu yang Dimenangkan Park Geun-hye

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved