Proyek IPAL Tinja Kota Manado Mangkrak

Sudah 7 tahun jaringan pipa besi terbenam di bawah tanah jalan-jalan utama kota Manado.

Proyek IPAL Tinja Kota Manado Mangkrak
Ilustrasi IPAL 

"Sekarang manfaatnya apa? Masyarakat harus pertanyakan," ujar pemilik warung di depan eks Bioskop star ini.

Pantauan Tribun Manado jaringan pipa semisal di Jalan Sam Ratulangi ditandai dengan lubang kontrol (man hole) berpintu besi. Lubang itu ada di permukaan jalan menyebar ke sejumlah titik.

Tertera tulisan di pintu tersebut instansi Dinas PU dengan keterangan tahun 2012. Selain itu tertera juga tulisan Kota Manado.

Hengki Manumpil, Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sulut menjelaskan, proyek itu didanai oleh APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dibawah Direktorat Cipta Karya, satker PLP.

Proses pengerjaan IPAL Komunal sudah dimulai sejak 2010 silam. Beberapa tahun dikerjakan.

Setahu Manumpil, IPAL Komunal itu belum diperasikan

"Sampai sekarang belum dioperasikan," kata dia.

Manumpil menjelaskan, proyek itu sebenarnya sangat bermanfaat untuk mengolah limbah tinja masyarakat.

Kecendrungannya warga masih menggunakan sistem septi tank untuk membuang limbah tinja dari kakus. Cara itu cukup berisiko mencemari tanah.

Dengan IPAL Komunal, limbah tinja disalurkan lewat pipa-pipa menuju pipa induk kemudian diproses selanjutnya baru dibuang ke laut.

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved