Proyek IPAL Tinja Kota Manado Mangkrak

Sudah 7 tahun jaringan pipa besi terbenam di bawah tanah jalan-jalan utama kota Manado.

Proyek IPAL Tinja Kota Manado Mangkrak
Ilustrasi IPAL 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Sudah 7 tahun jaringan pipa besi terbenam di bawah tanah jalan-jalan utama kota Manado.

Dari jalan Sam Ratulangi, jaringan pipa melintas ke jalan pemukiman warga tembus ke jalan Piere Tendean (Boulevard).

Pipa dimaksud merupakan bagian dari proyek Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) Komunal berbandrol miliaran rupiah.

Jaringan -pipa besi seharusnya menyambung ke rumah warga untuk saluran dan pengolahan limbah tinja rumah tangga.

Terbenam sekian lama di dalam tanah, pipa-pipa itu mangkrak dan tak termanfaatkan. Kelanjutan proyek itu pun tak terdengar lagi, padahal miliaran rupiah uang negara sudah ludes.

Masih lekat ingatan Maxi Pusung, warga Wenang Utara, ketika dulu proyek itu berlangsung sekitar 2013 silam.
Maxi tinggal di tepi jalan Garuda.

Tahu-tahu saja sudah ada pekerja proyek membongkar jalan aspal, menggali tanah meletakkan pipa-pipa tersebut.

Jalan dibongkar imbasnya lalu lintas jadi macet, debu galian tanah beterbangan di udara bikin polusi.

Jalan pun sering ditutup berdampak ke usaha bengkelnya yang jadi sepi pelanggan.

"Saya sempat protes lalu, usaha saya sampai terhambat," kata dia kepada Tribun Manado, Selasa (1/8).

Halaman
1234
Penulis: Ryo_Noor
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved