Kisah Si Monyet Selfie Asal Tangkoko

Bagian 2 - Foto Selfie, Hak Cipta Milik Siapa: Si Yaki atau Dave?

Para penentang Dave menyebut bahwa gambar tersebut tanpa hak cipta karena yang menciptakan gambar itu adalah si monyet.

Bagian 2 - Foto Selfie, Hak Cipta Milik Siapa: Si Yaki atau Dave?
Net
Si 'monyet selfie' yang kemudian diberi nama Naruto. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - David J Slater, fotografer satwa liar asal Inggris, berhasil mewujudkan impiannya bertemu dengan monyet hitam (macaca nigra) di Cagar Alam Tangkoko, Batuangus, Kota Bitung, Sulawesi Utara, pada 2011 silam.

Monyet-monyet membawa lari kamera Dave dan sempat menekan tombol kamera sehingga menciptakan foto selfie.

Dari ratusan gambar, banyak yang tidak fokus.

Tapi ada satu swafoto yang hasilnya bagus: sang monyet tampak menyeringai dengan mata berkilau, memperlihatkan gigi dan senyum, seperti sedang tertawa.

Pulang ke Inggris, Dave berhasil mendapatkan beberapa ribu poundsterling hasil dari foto-foto itu sekaligus menutup biaya perjalanannya ke Indonesia.

Seiring berjalannya waktu dan gaya foto selfie semakin populer, gambar si 'monyet selfie' juga semakin populer dan istimewa.

Foto-foto sang monyet bahkan terbit 50 juta kali di seluruh dunia. Dave seharusnya sudah kaya.

Tapi alih-alih memberinya sumber keuangan dan mengangkat namanya, selfie sang yaki pada akhirnya memberi Dave kesulitan dan menjadi tanda berakhirnya karier fotografinya.

Adalah seorang aktivis amal untuk hewan yang menggugat Dave terkait undang-undang hak cipta di pengadilan California, Amerika Serikat.

Sang aktivis mengklaim bahwa hak cipta foto selfie itu milik si yaki, bukan Dave.

Halaman
12
Penulis: maximus conterius
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved