Kisah Si Monyet Selfie Asal Tangkoko

Bagian 1 - Pertemuan dan Awal Bencana bagi Fotografer Asal Inggris

Ketika Dave mencoba berswafoto (selfie) dengan mereka, monyet-monyet itu turut menekan tombol kamera.

Bagian 1 - Pertemuan dan Awal Bencana bagi Fotografer Asal Inggris
Net
David Slater dan Si 'Monyet Selfie' 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisahnya bermula pada 2011 silam di Cagar Alam Tangkoko, Batuangus, Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Saat itu David J Slater, seorang pemenang fotografi satwa liar asal Inggris, menyusuri hutan hujan yang menjadi habitat yaki alias monyet hitam (macaca nigra).

Berbekal tripod, kamera, beberapa lensa mahal, serta kue Jaffa, ia hendak mewujudkan misi terakhirnya mengabadikan satwa-satwa liar yang terancam punah.

"Sangat melelahkan, seperti operasi SAS (Special Air Service, agen rahasia Inggris)," kata Dave, sapaannya, dalam wawancara di kediamannya di Chepstow, Wales, seperti dilansir dari warta Daily Mail.

Yaki adalah hewan langka yang terancam punah karena sering menjadi buruan untuk dijadikan makanan.

"Hanya tersisa beberapa ratus dan saya hanya pernah melihat satu di foto," kata Dave.

Tiba di Tangkoko, Dave merasa takjub karena bisa melihat langsung sejumlah yaki bergelantung di dahan pohon.

"Saya terpesona melihat tatanan rambut mereka, wajahnya karismatik. Lihat satu ekor saja sudah memberi perjalanan saya penghargaan," kata dia.

Saat itu ia ditemani seorang pemandu lokal.

Kira-kira 20 ekor yaki tampak bermain. Dari jarak 150 yard (137,16 meter) Dave mulai mengamati mereka melalui lensa panjang kameranya.

Halaman
12
Penulis: maximus conterius
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved