Breaking News:

Anto Pernah Raup Rp 1 Juta Per Hari

PENGELOLAAN Pantai Pal di Desa Marinsow Likupang merupakan contoh pariwisata bisa mensejahterakan masyarakat.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Andrew_Pattymahu
NET
Tarsius. Satwa endemik Sulawesi Utara dalam bahaya akibat kebakaran yang terus terjadi di habitatnya yang berada di Cagar Alam Tangkoko dan Taman Wisata Alam Batu Putih Bitung, Sulawesi Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID,MINUT-PENGELOLAAN Pantai Pal di Desa Marinsow Likupang merupakan contoh pariwisata bisa mensejahterakan masyarakat.

Warga membangun tempat usaha berupa kedai makanan dan minuman di pinggir pantai. Ekonomi kerakyatan pun terdongkrak.

"Sehari kita bisa raup untung hingga ratusan ribu rupiah," kata Anto salah satu warga Desa Marinsow. Anto biasa menjual panganan pisang goreng serta kopi. Sesekali ia menyewakan benen (band dalam mobil untuk berenang). "Inti usaha saya adalah makanan," kata dia.

Menurut Anto, sebelum pantai Pal terkenal, umumnya warga berprofesi sebagai petani dan nelayan. Kehidupan mereka serba sulit.

"Akses keluar desa sangat sulit, hingga butuh biaya besar memasarkan hasil pertanian," kata dia.
Anto mengaku sempat skeptis saat pantai itu diwacanakan jadi area pariwisata. Ia berpikir nasib mereka tak akan berubah.

"Tiba tiba ada ribuan orang datang kemari, kami jualan, eh laku, pernah sejuta sehari, kami lantas menyambut ini sebagai berkah Tuhan," kata dia.

Menjadi pelaku pariwisata mengubah perilaku warga.
Diakui Anto, mereka jadi ramah, jujur serta pintar dagang.

"Kami tak mau kasih harga lebih apalagi sampai pungut uang pada turis," kata dia.
Hukum Tua Desa Marinsow John Dalera mengatakan, pariwisata juga mengubah wajah desa.
Jalan jalan menjadi bagus.

Sekolah diperbaiki, rumah ibadah dibangun. "Ini semua dari hasil retribusi," kata dia.
Selain fisik, mental warga juga berubah. Mereka yang dulunya apatis kini jadi warga yang rajin. "Kebiasaan mabuk juga berkurang," kata dia.

Pariwisata juga mengubah hidup warga Kelurahan Batu Putih Bitung di sekitar objek wisata taman wisata tangkoko.

Keseringan bergaul dengan turis asing membuat sejumlah warga meniti karir menjadi guide. Pendapatan guide bisa mencapai sejuta perhari.
Kemiskinan pun perlahan terusir dari kelurahan itu. "Setiap hari ada dua hingga lima turis yang kami tuntun," kata Amelia salah satu guide.

Sebut dia, ada puluhan guide di kelurahan itu. Semua belajar bahasa inggris secara otodidak. Di antara mereka terdapat seorang yang tak bisa membaca.

"Banyak pula yang putus sekolah, namun bisa hidup karena belajar bahasa inggris," ujar dia. (arthur rompis)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved