Di Bolmong, Mahasiswi Adalah Pengguna Terbesar Alat Kontrasepsi IUD

Tingkat penggunaan alat kontrasepsi aktif dalam program Keluarga Berencana di Bolaang Mongondow mencapai 79,27 persen.

Di Bolmong, Mahasiswi Adalah Pengguna Terbesar Alat Kontrasepsi IUD
Ilustrasi alat kontrasepsi IUD 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Tingkat penggunaan alat kontrasepsi aktif dalam program Keluarga Berencana di Bolaang Mongondow mencapai 79,27 persen, sesuai data terakhir tahun 2016 lalu di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Presentase ini setara dengan 36.563 pengguna KB. Dari angka ini, pengguna suntik mendominasi sebanyak 15.467 pengguna. Menyusul implan 8.929, pil 7.727, IUD 1.479.

Di tahun yang sama, capaian peserta KB baru mencapai 65,69 persen atau setara dengan 3.022. Paling banyak menggunakan suntik 1.938. Menyusul pil 527, implan 481, IUD 36.

Tahun sebelumnya, 2015, capaian peserta KB aktif turun menjadi 75,94 persen atau setara 34.724 peserta. Paling banyak menggunakan suntil 15.467 pengguna, implan 8.929, pil 7.727, IUD 1.478.

Sementara capaian peserta KB baru tahun 2015 malah lebih banyak menjadi 85,47 persen atau setara 4.478 pengguna. Paling banyak suntik 2.878 pengguna, implan 793, pil 649 pengguna.

Dari data ini menunjukkan penggunaan suntik mendominasi pemakat alat kontrasepsi di Bolmong. Kemimudian implan, pi dan IUD. Sementara untuk alat kontrasepsi bagi pria seperti vasektomi maupun kondom, angkanya di bawah satu persen.

Helke Moningka, Kepala Seksi Bina Kesertaan Keluarga Berencana mengatakan peminat IUD di Bolmong sangat kurang. Sebab pemasangan ini memakan waktu yang lama, bisa sampai delapan tahun.

Biasanya yang memakai IUD adalah wanita muda yang sedang menempuh pendidikan atau berstatus mahasiswa yang sudah menikah. Mereka beralasan belum ingin punya anak karena studi.

"Nah kalau yang pasangan muda umumnya menggunakan suntik. Memang alat kontrasepsi yang paling banyak dipakai. Pill juga banyak. Baik wanita muda atau sudah sedikit berumur," ujarnya Minggu (30/7).

Helke mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan pengguna KB di Bolmong. Lewat fasilitator-fasilitator yang ada di tiap titik di Bolaang Mongondow.

"Baik akseptor (penerima KB) atau fasilitator KB masing-masing mendapat upah. Kami harap ini bisa meningkatkan pengguna KB di Bolmong. Meski tak seratus persen, setidaknya Bolmong sukses menggelar program KB," ujarnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Rudiawan berkata, program DPPKB tahun 2017 akan meningkatkan kesadaran masyarakat agar menggunakan KB. Ia akan memperkuat kader KB di masyarakat.

"Kami akan terus genjot para kader agar ketika turun ke masyarakat, bisa dapat kerja optimal. Sehingga masyarakat sadar KB. Tahun lalu pengguna KB pria di bawah satu persen. Program KB pria ini akan kami tingkatkan," pungkasnya. (fin)

Penulis: Finneke
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved