Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Puisi 'Boltim Au'AH' Karya Jamal Rahmad Iroth Bikin Warga Kagum

Warga Buyat 1, Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur menikmati bacaan puisi di bawah pohon pala, Kamis (27/7), pukul 20.00 Wita.

Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO/VENDI LERA
Penampilan Aldes Sambalao membacakan puisi 

Laporan wartawan Tribun Manado Vendi Lera

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN -  Warga Buyat 1, Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur menikmati bacaan puisi di bawah pohon pala, Kamis (27/7), pukul 20.00 Wita.

Konsep alam bebas, dengan duduk dibawah pohon pala sambil dengar musik dan baca puisi merupakan acara peringatan hari puisi Indonesia.

Sepenggal puisi karya Jamal Rahmad Iroth berjudul Boltim Au'AH yang dibawakan anak-anak kelompok pencinta alam (KPA) Torotakon membuat kagum warga.

Begini isi puisinya

Di Boltim au ah
Azan subuh setiap melumuri sepi
Tapi sepasang remaja gemar cumbu mimpi, sisa bau lem, asap rokok, pil anjing gila dan ujung kerudung sobek tersangkut pagar sekolah

Di Boltim au ah
Rep dan makora cuma akrab di mata
Lidah dan kerongkongan menelan dahaga.

Di Boltim au ah
Senyap tanjung woka dan kabut atoga. Mari ku simpan saja dalam kamera agar penguasa leluasa memotret sisa hasil usaha

Menurut Jamal, sang penulis, puis ini mengambarkan bahwa anak-anak Boltim, jangan terlibat dengan pergaulan bebas.  

"Yah walaupun kenyataannya hampir seperti itu anak muda sekarang telah mengkomsumsikan lem, komix, rokok serta minuman keras," ujar Jamal Rahman.

Kata dia, sangat disayang generasi muda Boltim, ke depan tak bisa mengelola kekayaan alam, jika kondisinya seperti ini.  

Nabila Modeong (25) Anu wakil II Kabupaten Boltim mengatakan acara ini sangat bagus untuk generasi muda. Selain belajar puisi, bisa juga sebagai tempat menyalurkan bakat.

"Memang puisi yang dibacakan oleh KPA Torotakon mengambar kehidupan anak muda di Boltim. Maka dari itu belum terlambat untuk merubah,"ujar Nabila Medeong.

Lanjut Nabila, acara ini selalu diadakan, agar anak muda Boltim sudah ada tempat untuk mengembangkan bakat.

Sementara Jum Makalalak (42), warga yang menyaksikan mengatakan, asyik sebab ini pertama kali di Buyat.

"Saya penasaran dengar dari rumah. Maka saya coba datang ke sini, ternyata asyik juga," kata Jum.

Acara ini sangat cocok untuk generasi muda, apalagi makna dipuisi yang dibacakan memang menyangkut kehidupan yang terjadi sekarang. 

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved