Liputan Khusus Danau Tondano

Banyak Eceng Gondok, Kadis Pariwisata Sulut Malu Gelar Festival di Danau Tondano

festival Danau Tondano dibuat di lingkar danau. Festival itu masih satu rangkaian dengan festival Bunaken.

Banyak Eceng Gondok, Kadis Pariwisata Sulut Malu Gelar Festival di Danau Tondano
TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Eceng gondok tumbuh subur di sepanjang pinggiran Danau Tondano di Kabupaten Minahasa. Jika Tak dibersihkan, tanaman ini menutup danau terbesar di Sulut ini 

Laporan Wartawan Tribun Manado Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.DI, MANADO -  Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyiapkan Festival Danau Tondano. Acara yang akan digelar 5 Agustus 2017 mendatang.

Namanya Festival Danau Tondano, tapi acaranya dilakukan di darat. Peserta festival itu para pelari maraton yang akan mengitari rute lingkar danau Tondano sejauh 30 kilometer

"Pesertanya ada nasional ada internasional," ujar Kepala Dinas Pariwisata Daniel Mewengkang, pada Kamis (28/7/2017)

Kenapa tidak gelar festival di perairan Danau Tondano? Kepala Dinas Pariwisata mengaku malu.

"Danau banyak eceng gondok," ungkapnya.

Kalau danau belum dibersihkan, Mewengkang mengungkapkan, sulit rasa menggelar festival di perairan danau

"Kita belum ada kegiatan (diperairan), itu eceng gondok tidak jelas," kata dia.

Ia mencontohkan, misalnya, mau buat festival perahu, takutnya malah terjebak eceng gondok

"Bagaimana mau pakai perahu, nanti tatimbun dengan eceng gondok," ungkapnya.

Mau buat festival mancing pun setali tiga uang "Mau mancing ikan nanti bisa keluar eceng gondok," kata dia.

Mewenangkang menungkapkan, potensi wisata Danau Tondano belum digali maksimal karena masalah eceng gondok.

Sebab itu, festival Danau Tondano dibuat di lingkar danau. Festival itu masih satu rangkaian dengan festival Bunaken.

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved