Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Astaga! Bocah 7 Tahun Diduga Perkosa Murid TK

Sebuah laporan polisi baru-baru ini dibuat terhadap seorang anak laki-laki berusia 7 tahun.

Penulis: | Editor:
WORLDOFBUZZ

TRIBUNMANADO.CO.ID - Apa yang sedang terjadi? Menurut The Star, sebuah laporan polisi baru-baru ini dibuat terhadap seorang anak laki-laki berusia 7 tahun.

Ya, bocah ini dilaporkan ke polisi karena diduga memperkosa seorang anak perempuan, murid TK berusia 6 tahun.

Laporan tersebut juga mengejutkan polisi, yang mendorong Kepala CID Melaka Senior Asst Comm Kamaluddin Kasim mendesak petugasnya untuk ekstra peka saat menangani kasus tersebut karena melibatkan dua anak kecil.

Karena anak-anak ini masih sangat kecil, petugas harus menggunakan mainan dan boneka selama penyeledikan untuk mencatat pernyataan dari mereka.

Ibu korban membuat laporan polisi Kamis (20/7) lalu dan saat ini masih diselidiki oleh pihak berwenang.

Dia mengajukan laporan setelah putrinya mengalami rasa sakit setelah kembali dari rumah pengasuh bayi.

Ketika dia memeriksa putrinya untuk menemukan penyebab rasa sakitnya, dia mendapati bahwa bagian pribadi putrinya ada tanda merah.

Gadis berusia 6 tahun itu mengatakan kepada ibunya, 'pipit' anak laki-laki dari pengasuh bayi itu menyebabkan rasa sakit.

Dia juga mengatakan, anak laki-laki tersebut diduga menggunakan jemari untuk menyerangnya.

Karena khawatir dengan apa yang dikatakan putrinya, dia memutuskan untuk mengajukan laporan polisi keesokan harinya.

Gadis muda itu juga dirawat di Rumah Sakit Melaka pada hari yang sama saat laporan polisi dibuat dan sebuah laporan medis mengungkapkan bahwa selaput daranya dicabik.

"Kami sudah hampir menyelesaikan penyelidikan," kata ACP Kamaluddin.

Segera setelah laporan dibuat, polisi harus memanggil orangtua dari kedua anak tersebut saat kasus tersebut pada awalnya diselediki berdasarkan Undang-undang Pelanggaran Seksual Terhadap Anak-anak tahun 2017.

Seorang dokter menyatakan, kemungkinan anak laki-laki berusia 7 tahun itu mengalami ereksi, meski biasanya mereka tidak bertahan selama itu dan tidak dapat ejakulasi sampai mereka mengalami pubertas.

"Sangat jarang penetrasi terjadi di antara anak laki-laki yang sangat muda, walaupun ada kasus semacam itu, yang sebagian besar disebabkan oleh lungkungan sekitar dan pendidikan. Kami tidak tahu harus memikirkan situasi ini dan hanya berharap bocah perempuan itu pulih dari cobaan mengerikan ini," katanya . (worldofbuzz)

Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved