Butuh Perhatian Pemprov, Objek Wisata Sumaru Endo Mulai Rusak
Fasilitas di objek wisata Sumaru Endo tersebut sudah banyak yang rusak, sehingga butuh sentuhan pemerintah.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Danau Tondano menjadi sumber mata pencaharian warga dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bahkan pemerintah provinsi sejak puluhan tahun lalu telah membangun objek wisata Sumaru Endo di Desa Lelaki Kecamatan Remboken. Pemerintah provinsi mendapatkan PAD sebesar Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan.
"Kalau hari biasa pengunjung hanya sampai sekitar 20 orang, kalau Sabtu atau Minggu bisa mencapai ratusan. Kalau libur bisa mencapai ribuan orang," jelas Silvia Kandou Karyawan Sumaru Endo, pada Selasa (26/7/2017).
Sayangnya, fasilitas tersebut sudah banyak yang rusak, sehingga butuh sentuhan pemerintah.
"Kalau bisa diperbaiki kamar penginapan dan tambah fasilitasnya. Kolam renang sudah pecah-pecah beberapa bagian lantainya. Balainya ada empat, tiga yang masih bisa digunakan," jelasnya.
Memang kondisi beberapa fasilitas di kawasan wisata Sumaru Endo terlihat sudah banyak yang rusak dan butuh perbaikan.
Sementara di sisi kawasan wisata tersebut dipenuhi dengan eceng gondok meski sering dibersihkan juga.
"Kami sering turun untuk angkat eceng gondok tapi tetap masih banyak juga," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sumaru-endo_20170726_101440.jpg)