Tribun Parlemen
Bolsel Butuh Bandara, Permudah Pengusaha Ekspor Ikan Tuna
Pengusaha ikan tuna ini membeberkan, setiap tahun Bolsel memproduksi 10 sampai 30 ton ikan jenis tuna.
Penulis: | Editor: Fransiska_Noel
Liputan Wartawan Tribun Manado, Felix Tendeken
TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Abdul Razak Bunsal, mengaku sangat membutuhkan Bandara untuk mempermudah export ikan tuna ke Jepang, Rabu (26/7).
Menurut dia hadirnya Bandara akan mempercapat proses pengiriman ikan ke Kota Manado kemudian dilanjutkan ke Jepang. Hadirnya bandara akan menjaga kuakitas daging ikan, sehingga tidak kalah bersaing di pasaran internasional.
"Untuk menuju Kota Manado melalui perjalanan darat memakan waktu lima jam, kualitas ikan pasti akan menurun," kata Bunsal.
Pengusaha ikan tuna ini membeberkan, setiap tahun Bolsel memproduksi 10 sampai 30 ton ikan jenis tuna.
"Kunjungan Wakil Gubernur Steven Kandow dengan oleh - oleh sebuah bandara, adalah harapan baru bagi kami pengekspor ikan," kata legislator dari partai Golkar.
Bunsal menyatakan, meski ada yang diprioritaskan, namuan Pemkab Bolsel harus berani mengambil langkah untuk mengembangkan hasil usaha yang bersumber dari laut.
Apalagi menurut dia, menurunnya hasil produksi ikan dari tahun ke tahun, dipengaruhi oleh peralatan yang mulai rusak dan tidak layak pakai.
"Untuk moderenisasi alat tangkap diperkirakan sekitar Rp 40 sampai 50 miliar, dan daerah belum mampu," kata dia.
Selain itu Bunsal menyentil tidak adanya Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) khusus nelayan. Yang sudah jelas mempersulit aktifitas nelayan di laut.
"Kalau boleh juga, Alokasi Dana Desa (ADD) diberdayakan untuk usaha nelayan, sehingga setelah bandara hadir nelayan benar - benar siap," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (Dispertanak) Sugeng Purwono, mengatakan menagatakan rata - rata setiap tahun nelayan Bolsel menghasilkan 5 ribu ton ikan.
"Tapi tahun ini mengalami penurunan hanya dua ribuan ton," tukasnya. (lix)