Pengucapan Syukur Minahasa

Orang Minahasa Memang Ngeri! Ular Pembawa Kematian pun Disembelih dan Disantap

Kemunculan ular hitam dianggap sebagai pertanda kematian. Tapi kalau sudah di 'belanga' 'si pembawa kematian' pun tak berdaya.

Orang Minahasa Memang Ngeri! Ular Pembawa Kematian pun Disembelih dan Disantap
Ilustrasi ular hitam 

Laporan Wartawan Tribun Manado, Arthur Rompis

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bagi warga Minahasa, ular itang (ular hitam) dianggap mahluk pembawa sial.

Kemunculan ular hitam dianggap sebagai pertanda kematian.

Konon dalam pergolakan Permesta pada pertengahan tahun 50 an, para pejuang permesta akan berhenti dan tidak meneruskan perjalanan jika ular hitam lewat.

Namun semua mitos tersebut "patah" saat pengucapan syukur di Langowan Minahasa.

Ular hitam sang pembawa kematian itu diburu, disembelih, dagingnya jadi santapan warga.

Fredi Tumangkeng warga Desa Tumaratas menyebut, sejumlah warga menyediakan menu ular hitam

"Kalau cuma patola (ular piton) itu biasa, kalau ular hitam baru luar biasa," kata dia.

Sebut dia, daging ular hitam biasa dimasak woku dengan kuah pedas.

Dikatakannya, menu itu langka karena tak mudah mendapatkan ular hitam.

"Beda dengan patola," ujar dia.

Apakah tak takut terkena tulah ?

"Kita (saya) makan itu dengan doa dan iman, hal hal seperti itu hanya mitos saja," kata dia. (art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved