Bandara Hadiah Istimewa Pemprov Sulut Kepada Pemkab Bolsel

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mememberikan hadiah istimewa bagi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel)

Bandara Hadiah Istimewa Pemprov Sulut Kepada Pemkab Bolsel
TRIBUNMANADO/FELIX TENDEKEN
Wagub Steven Kandou saat mengukuti rapat di Kantor DPRD Bolsel, Jumat (22/7). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mememberikan hadiah istimewa bagi Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), dihari ulang tahunnya yang ke-9. Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Steven Kandou, ketika mengikuti rapat paripurna istimewa di kantor DPRD Bolsel, Jumat (21/7).

"Pak Gubernur membuat rekomendasi tiga lapangan terbang melalui APBDNK, di Marore Talaud, Bolsel, dan Bolaang Mongondow," kata Wagub pasti.

Jelas Steven, masalah pengadaan 'airport' atau bandar udara (bandara) disetiap kabupaten khusunya kabupaten yang terletak di daerah perbatasan, dinilai sangat penting oleh para pemangku kepentingan yaitu anggota DPR RI.

Dirinya teringat kala itu menerima laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulut, bahwa setiap tahun berjumlah 150 orang pasien rujukan meninggal diperjalananan menuju Rumah Sakit Umum Pusat Prof DR RD Kandou.

"Semua rujuakan akan kesini, karena ini RS tipe A satu-satunya di Sulut. Tapi bukan punya saya," kata dia.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya telah berupaya memberikan bantuan dana hibah pembangunan dan pengadaan peralatan kesehatan kepada rumah sakit tersekat, seperti RSUD Kotamobagu.

Namun hal tersebut dinilai belum menjadi jaawaban atas permasalahan yang terjadi di daerah - daerah terpencil, seperti Bolsel.

"Jawabannya adalah bandara, agar pasien rujukan tidak mati di jalan Desa Tumpaan," Steven mencandai peserta paripurna.

Pada moment tersebut Wagub sempat menyentil masalah PT Conch yang berdiri di samping lahan pembangunan bandara di Kabupaten Bolmong. Sebab katanya sesuai persyaratan yang ada, udara di areal bandara harus bersih dari polusi.

"Kalau melihat seperti ini bisa jadi bandara hanya berdiri di Bolsel, kalau udara kotor pesawat bisa jatuh," kata Steven dibalas senyum oleh Wakil Bupati Bolmong Yanny Tuuk yang ikut hadir dalam rapat tersebut.

Steven juga sempat mencandai Bupati Bolsel Hi Herson Mayulu (H2M) untuk tidak menamai bandara sama dengan namanya. Sebab kata dia, nanti Bupati banyak terbang keluar daerah.

"Tadi saya hitung, perjalanan dari Bumi beringin menuju Bolsel memakan waktu 4,5 jam dengan jumlah kilometer 250," jelas Wagub.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bolsel H2M, mengatakan bandara bukan lagi menjadi tanggung jawabnya, melainkan program prioritas Pemerintah Provinsi yang wajib dilaksanakan.

"Kalau mau tanya bandara, silahkan tanya ke Pak Gubernur dan Wagub," ujar Bupati. (lix)

Penulis: Felix Tendeken
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved