Evolusi Pakaian Antariksa
Pakaian antariksa itu mengalami perkembangan. Ada yang hanya untuk dipakai di dalam pesawat ruang angkasa, atau untuk 'jalan-jalan' di luar angkasa.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pada 20 Juni 1969, Neil Armstrong menjadi orang pertama yang menginjakkan kaki di bulan. Dia tak akan bisa bertahan bila tanpa pakaian khusus.
Pakaian antariksa itu mengalami perkembangan. Ada yang hanya untuk dipakai di dalam pesawat ruang angkasa, atau untuk 'jalan-jalan' di luar angkasa.
Mengutip situs NASA.gov, Pakaian antariksa NASA pertama adalah untuk mendukung program Mercury. Untuk pertamakalinya NASA mengirimkan astonout ke luar angkasa.
Baca: Dari Bulan Sapa Dunia
Setelan ini tidak bisa dikenakan bagi astronout untuk 'berjalan di luar angkasa'. Pakaian ini didesain untuk dikenakan di dalam pesawat ruang angkasa.
Nah, program lainnya dinamakan Gemini. Setelan ini sudah dirancang agar astronout bisa keluar dari pesawat ruang angkasa. Namun, desaian pakaian ini masih sederhana.
Pakaian ini harus tetap 'terhubung' dengan pesawat ruang angkasa agar astronout bisa bertahan di luar angkasa. Kabel penghubungnya disebut umbilical.
Nah, pakaian selanjutnya dirancang berbeda seperti pendahulunya. Pakaian untuk mendukung program Apollo ini harus bisa melindungi astonout yang berjalan di bulan.
Setelan Apollo dilengkapi dengan sepatu bot yang dibuat untuk berjalan di permukaan yang berbatu.
Setelan Apollo juga berisi sistem pendukung kehidupan, mirip dengan PLSS seperti setelan saat ini.
Memiliki sistem pendukung kehidupan di pesawat ruang angkasa memungkinkan para astronout untuk menjelajah jauh dari pendarat lunar.
Pakaian antariksa yang serupa dengan setelan Apollo digunakan di stasiun luar angkasa Skylab.
Seperti setelan Gemini, setelan Skylab terhubung ke sistem pendukung kehidupan di pesawat ruang angkasa melalui sebuah pusaran.
Pakaian antariksa saat ini
Selain EMU, astronot NASA memakai jas lainnya hari ini. The Advanced Crew Escape Suit adalah setelan berwarna jingga atau oranye.
Pakaian ini dipakai astronout saat peluncuran dan pendaratan pesawat ruang angkasa. Setelan ini tidak bisa dipakai saat berada di angkasa.
Terkadang, astronot NASA akan memakai setelan Orlan Rusia. Setelan ini adalah versi Rusia dari EMU dan digunakan untuk berada di luar angkasa.
Setelan Rusia lainnya adalah Sokol. Seperti Advanced Crew Escape Suit, Sokol dirancang hanya untuk digunakan di dalam pesawat ruang angkasa.
Sokol digunakan pada pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/nasa1_20170720_214959.jpg)