Video Pengakuan Istri Satpol PP Bolmong
Hingga saat ini, mereka masih menanti kebebasan suami mereka yang terjerat kasus dugaan pengrusakan bangunan di kawasan pabrik semen PT Conch
Penulis: Finneke | Editor: Aldi Ponge
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Para istri 27 tersangka Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengalami hari-hari berat saat para suaminya mendekam di balik jeruji besi Polda Sulut.
Hingga saat ini, masih menanti kebebasan suami mereka yang terjerat kasus dugaan pengrusakan bangunan di kawasan pabrik semen PT Conch North Sulawesi Cement dan PT Sulenco Bohusami Cement.
Mini Hulinggi (26) sudah terus terang kepada anaknya bahwa ayahnya Alimun Damogalad (30) berada di penjara. Firjan (4) sudah beberapa kali bertemu ayahnya dan mulai mengerti kenapa ayahnya ada di dalam sel.
Hari-hari pertama suaminya tak berada di rumah, anaknya langsung sakit. Mini kewalahan, apalagi dia juga tergoncang dengan kasus yang menimpa suaminya ini. Lebaran pertama tanpa suami. "Sedih sekali," ucapnya saat ditemui di kediamannya di Desa Mongkoinit, Lolak.
Saat berbincang dengan Tribun Manado, tiba-tiba handphone mini berbunyi.
Sekilas terlihat nomor yang memanggil tak ada nama. Ternyata itu suaminya Alimun. Tiba-tiba Firjan datang dan berbicara dengan ayahnya. "Papa kapan pulang?," tanyanya. "Papa cepat pulang," ujarnya lagi.
Para tersangka adalah tulang punggung keluarganya. Sebagai tenaga harian lepas, setiap bulan suami Mini hanya mendapat honor Rp 1 juta. Dengan gaji segitu Alimun tetap bekerja dengan baik selama sembilan tahun jadi Satpol PP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pt-conch_20170716_235919.jpg)