Amerika Serikat Rogoh Kocek 416 Miliar Berperang Dengan Tikus
"Kami menolak untuk menerima tikus sebagai bagian normal tinggal di New York City."
Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Fransiska_Noel
TRIBUNMANADO.CO.ID - New York City pada hari Rabu (12/7) mengumumkan rencana senilai 32 juta dolar AS atau setara Rp 416 miliar untuk mengurangi populasi tikus sebesar 70 persen di tiga kota yang paling banyak dipenuhi penduduk pada akhir tahun 2018.
Tiga lingkungan yang ditargetkan ada di Manhattan, Bronx dan Brooklyn.
Tikus dipandang sebagai ancaman kesehatan masyarakat sebagai pembawa penyakit, dan sebagai wabah pada kualitas hidup.
Sejak awal 2017, Departemen Kesehatan Kota New York telah menerima lebih dari 10.000 keluhan penampakan tikus, dan lebih dari 15 persen dari lebih dari 24.000 properti yang diperiksa di Manhattan, Brooklyn dan Bronx menunjukkan "Tanda Tikus Aktif," kata pejabat Kantor walikota.
"Kami menolak untuk menerima tikus sebagai bagian normal tinggal di New York City," kata Walikota Bill de Blasio dalam sebuah pernyataan.
Rencana ini akan mulai diluncurkan pada bulan September, dan beberapa agen kota, termasuk departemen Sanitasi, Taman dan Kesehatan, akan dilibatkan.
Sebagian besar uang akan dihabiskan untuk perbaikan di gedung perkantoran perumahan umum, mengganti lantai dasar tanah dengan beton khususu anti tikus, dan memasang pemadat sampah dari bawah untuk menggantikan pemadat berusia 20 tahun yang sekarang digunakan.
Keranjang limbah kawat di jalan-jalan kota akan diganti dengan baja baru.
Baik pemadat sampah baru dan keranjang sampah baru secara dramatis akan mengurangi akses tikus terhadap sumber makanan.
"Cara terbaik untuk menghilangkan tikus adalah dengan mencabut akses ke makanan mereka, termasuk sampah di rumah dan sampah di jalan-jalan di New York City," kata Komisaris Sanitasi Kathryn Garcia.
Sumber : channelnewsasia.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-tikus-rumah_20160714_151302.jpg)