Berita Eksklusif

Warga tak Tahan Hirup Aroma Menyengat Sampah Medik yang Dibakar

"Sering saya buang malu dan minta masker sama dokter.Ya, alasannya karena bau sampah plastik itu sangat menyengat."

Warga tak Tahan Hirup Aroma Menyengat Sampah Medik yang Dibakar
FOTOGRAFER TRIBUN MANADO/ANDREAS GERALD RUAUW
Sampah medik RSUP Kandou Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Terpaksa setiap hari menghirup bau menyengat sampah medis.

Itulah yang dialami Adrianus Hamma, buruh bangunan yang bekerja dekat pengolahan sampah medik.

Tinggal berdekatan dengan lokasi pengolahan limbah medik memang tak menyenangkan.

Hal ini diutarakanAdrianus Hamma. Pria yang bekerja di satu rumah yang berdekatan dengan tempat pengolahan sampah medik ini mengatakan, dia harus selalu menutup hidungnya saat bekerja di rumah yang berdekatan dengan adanya alat Insenerator di RSUP Prof RD Kandou, Manado, Rabu (5/7).

Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini mengaku, tak tahan mencium bau sampah medis yang sedang dibakar oleh pihak RSUP Prof Kandou. ''Tiap hari ada bau seperti ini, '' ujar Adrianus kesal.

Bau ini menyengat hidung. Apalagi bagi masyarakat yang baru pertama tinggal di lokasi perumahan dekat pengolahan sampah ini, pasti akan merasa tak nyaman.

''Pokoknya kalau orang baru pertama kali ke sini pasti akan selalu mengeluhkan bau tak enak,'' ujarnya.

Dia juga mengaku tak tahu apakah bau yang dia cium itu baik untuk kesehatan atau tidak."Saya tidak tahu, maklum cuma lulus SMP," ujar Adrianus pasrah.

Hal sama dikeluhkan oleh Imelda Lelerang. Wanita berusia 44 tahun yang bekerja sebagai penjaga rumah dokter di dekat area ini sering mencium bau obat-obatan yang terbakar.

"Kalau waktu memasak dan berada dalam rumah memang tidak terlalu bau. Tapi ketika saya hendak pulang sangat tercium seperti plastik obat dan sejenisnya," kata Imelda.

Halaman
12
Penulis: Nielton Durado
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved