Warga Manado Buka-bukaan Alasan Mengapa Akhirnya Tergiur Bikin SIM Secara Ilegal

Pungli pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) makin marak dan meresahkan warga yang membutuhkan SIM.

Warga Manado Buka-bukaan Alasan Mengapa Akhirnya Tergiur Bikin SIM Secara Ilegal
Kolase
Ilustrasi ujian praktek untuk bikin SIM 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Geram pungutan liar (pungli) pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) makin marak dan meresahkan warga  yang membutuhkan SIM, Kapolda Sulut Irjen Pol Bambang Waskito menginstruksikan kepada Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) untuk mengusut tuntas oknum-oknum yang terlibat pungli tersebut.

Waskito memastikan pungli dalam pembuatan SIM akan diusut tuntas. "Yah, harus diselidiki karena pembuatan SIM jangan sampai tidak sesuai dengan prosedur," ujar mantan Kapolda Jawa Barat ini, Selasa (4/7).

Dia menegaskan, jika ada masyarakat yang terbebani karena harga SIM yang menggila, maka harus ditandaklanjuti.

"Saya minta Tim Saber Pungli segera selidiki. Pembuatan SIM itu ada aturannya. Kalau ada proses yang tidak sesuai prosedur kita tindaklanjuti, '' ujar Waskito.

Senada diutarakan Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sulut Kombes Pol Ari Subiyanto. Dia meminta masyarakat berani melaporkan anggota yang terlibat pembuatan SIM ilegal.

"Catat saja dimana dan siapa oknumnya, lalu laporkan pada kami, pasti langsung kami tindaklanjuti," ujar Subiyanto.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak menggunakan jalur ilegal dalam pengurusan SIM, karena saat ini proses pembuatan Surat Izin Mengemudi semakin mudah.

"Saat ini kan lebih mudah, jadi saya minta jangan lagi pakai jalur ilegal. Karena kalau sesuai prosedur, pasti lebih murah," ujarnya.

Hanya memang saat ini memang banyak warga yang memilih membuat SIM dengan proses yang cepat, meski memakai calo dan harga lebih mahal.

Maria Rompis (29), satu di antara warga mengatakan, dia sudah berulang kali mengikuti tes tertulis dan tes praktek. Namun, tak pernah dikatakan lulus oleh pihak Satlantas.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Fransiska_Noel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved