Selama 6 Bulan, Imigrasi Manado Periksa 27 Ribu WNA di Bandara Samrat

"Sebanyak 27.049 orang turis yang datang dari delapan kota di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan dari Negara Palau,"

Selama 6 Bulan, Imigrasi Manado Periksa 27 Ribu WNA di Bandara Samrat
Ratusan wisatawan Tiongkok tiba di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Selasa (9/2). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kantor Imigrasi (Kanim) Manado sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan ribu Warga Negera Asing (WNA) yang datang ke Sulawesi Utara (Sulut) yang menggunakan jalur penerbangan selang periode 1 Januari hingga 30 Juni 2017 .

Kepala Kantor Imigrasi Manado Antrioes Permiy mengatakan pemeriksaan dilakukan di tempat pemeriksaan Imigrasi di Bandara Udara Internasional Sam Ratulangi Manado.

"Sebanyak 27.049 orang turis yang datang dari delapan kota di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan dari Negara Palau yang terletak di Samudera Pasifik yaitu para turis yang naik pesawat carter atau bukan reguler," kata Permiy pada Rabu (5/7/2017).

Dia mengungkapkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 3 Juli 2017, turis Tiongkok berada diurutan teratas pada Mei 2017 sebanyak 152.914 atau naik 13,19 % dibandingkan pada Mei 2016.

Disebutkan juga oleh BPS bahwa kenaikan wisatawan tertinggi terjadi di Bandara Sam Ratulangi seiring dengan dibukanya penerbangan langsung (charter flight) dari atau ke beberapa kota di RRT.

Kepala Subseksi Lintas Batas, Kanim Manado, Keneth Rompas menambahkan penumpang pesawat carter yang berangkat selama periode tersebut sebanyak 26.998 orang.

"Program mendatangkan turis dengan pesawat carter yang merupakan program pemerintah provinsi yang harus didukung sepenuhnya. Diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau devisa negara dari sektor pariwisata," jelasnya.

Di sinilah nantinya akan terlihat Tri Fungsi Keimigrasian yang ketiga sebagaimana diatur dalam Penjelasan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulut Dodi Karnida mengungkapkan dalam empat hari, para turis yang datang ke Sulut dapat menghabiskan uang rata-rata sebesar Rp 10 juta untuk kuliner, suvenir dan akomodasi.

"Dengan kondisi tersebut maka devisa negara dari sektor pariwisata yang masuk ke Sulawesi Utara, merupakan jumlah yang cukup memberikan harapan guna menggerakkan roda perkenomoian kita," katanya.

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved