Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Donald Trump Was-was, Daya Jangkau Rudal Korea Utara Bisa

Rusia dan Cina mendesak Korea Utara untuk membekukan program nuklir dan rudalnya setelah negara itu menyatakan berhasil melakukan uji coba rudal.

Editor: Fernando_Lumowa
BBC
Deskripsi kekuatan rudal balistik Korut 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Rusia dan Cina mendesak Korea Utara untuk membekukan program nuklir dan rudalnya setelah negara itu menyatakan berhasil melakukan uji coba rudal balistik antarbenua.

Kedua negara pada saat bersamaan juga meminta penundaan latihan militer bersama berskala besar antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Walau Pyongyang tampaknya mencapai kemajuan dalam uji coba rudalnya, para ahli yakin bahwa peralatan itu masih belum bisa mencapai sasaran dengan akurat.

Baik Amerika Serikat dan Rusia sudah menyatakan bahwa rudal itu bukan ancaman bagi mereka.

Dengan menyebut peluncuran rudal sebagai hal yang tidak bisa diterima, Rusia dan Cina -yang selama ini merupakan sekutu pemerintah Pyongyang-juga mendesak Amerika Serikat tidak mengerahkan sistem rudal Thaad di Korea Selatan, yang ditujukan untuk menghalangi serangan dari Korea Utara.

Presiden Cina, Xi Jinping, sedang berada di Moskow untuk bertemu dengan Presiden Vladimir Putin.
Merespons tindakan Korut, Presiden Donald Trump kian was-was dan semakin mendesak China, sekutu dekat Korut, untuk bisa menekan serta meredam ambisi nuklir negara paling terisolasi itu.

Beijing mendorong digelarnya pembicaraan dan negosiasi antara negara-negara besar seperti AS bersama Korea Utara.

Namun, Washington baru ingin melakukan pembicaraan dengan Korut jika Pyongyang mau menghentikan program rudal dan nuklirnya.

Jangkauan rudal
Pertanyaan besarnya, menurut wartawan BBC di Seoul, Steven Evans, adalah seberapa jauh jangkauan rudal tersebut. Apakah bisa menghantam Amerika Serikat?

Seorang ahli fisika di Amerika Serikat, David Wright, mengatakan bahwa jika laporan-laporan yang ada memang benar maka rudal 'bisa menjangkau maksimal sekitar 6.700 kilometer dengan sistem peluncuran standar.

Dengan demikian bisa mencapai Alaska, namun tidak sampai ke Hawaii atau 48 negara bagian lain di Amerika Serikat. Dan bukan hanya rudal saja yang dibutuhkan Korea Utara.

Mereka juga harus memiliki kemampuan untuk melindungi hulu ledak nuklir saat memasuki kembali atmosfir bumi, dan masih belum jelas apakah Korea Utara sudah memiliki tekonologi itu atau belum.(bbc)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved