Dipersulit Petugas Agar Tak Lulus Ujian, Refly Bayar SIM C Seharga Rp 600 Ribu

Pengurusan SIM ditengarai dipersulit oleh oknum petugas agar warga terpaksa mengurus lewat mereka (calo) dengan biaya lebih tinggi dari seharusnya.

Dipersulit Petugas Agar Tak Lulus Ujian, Refly Bayar SIM C Seharga Rp 600 Ribu
TRIBUNMANADO/ANREAS RUAUW
Warga mengikuti ujian praktek untuk memperoleh SIM di Polresta Manado 

Laporan Wartawan Tribun Manado Siti Nurjana 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TRIBUN - Surat Ijin Mengemudi (SIM) wajib dimiliki setiap pengendara baik roda dua maupun roda empat. Namun tak sedikit kendala yang ditemui saat mengurus SIM tersebut.

Bahkan pengurusan SIM ditengarai sengaja dipersulit oleh oknum petugas. Tujuannya agar warga yang mengurus SIM terpaksa mengurus lewat mereka (calo) dengan biaya lebih tinggi dari seharusnya.

Refly Ngongoloy mengatakan, dirinya pernah mengurus SIM C dikenakan biaya Rp 600 ribu.

"Pertama urus SIM ikut tes, tapi tak lulus. Katanya jawaban saya salah semua, padahal saya yakin hanya tujuh salah," kata Refli (26), kepada Tribun Manado, Senin (3/7/2017).

Warga Tangkilisan itu mengatakan, setelah dinyatakan tak lulus, ujian pengurusan SIM ulang ditunda satu minggu.

''Waktu itu saya disuruh kembali Senin, minggu depannya,'' ujar Refly. 

Pekan berikutnya, sesuai hari yang ditentukan, dia kembali mengikuti tes, namun hasilnya sama saja yakni, tidak lulus.

"Karena tak lulus terus, seorang polisi mengatakan bayar Rp 600 saja, tunggu 20 menit sudah langsung jadi SIM-nya. Karena saya sudah butuh SIM, jadi mau tak mau saya bayar," ujarnya.

Keluhan yang sama disampaikan Ramli Hasan (30) mengatakan, saat mengurus SIM A, dia harus membayar Rp 550 ribu. 

"Saya sudah perlu SIM tersebut, saya bayar ke seorang petugas di bagian penerima berkas," kata Ramli.

Ramli mengungkapkan, Ia hanya butuh sekitar 40 menit menunggu SIM hingga ditangannya.

Warga lainnya Nurmawati mengakui  dirinya hanya membayar biaya SIM C sebesar Rp 120 ribu.

"Bayar Rp 120 ribu tapi repot. Masih harus banyak ujian tertulis empat kali karena tak lulus-lulus, lalu ujian naik kendaraan," ungkap Mahasiswi Universitas Sam Ratulangi.

Dirinya sempat ditawarkan membayar Rp 400 ribu untuk mempercepat memperoleh SIM tanpa harus banyak kali mengikuti tes. Namun, ia tetap memilih sesuai prosedur yang ada. 

Tags
SIM
polisi
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved