Berita Eksklusif

(CONTENT) Pungli Pengurusan SIM Melibatkan Oknum Petugas, Modus Ini yang Diterapkan

Refly Ngongoloy mengatakan, dia pernah mengurus SIM C di Polresta Manado dengan biaya hingga Rp 600 ribu.

Sedangkan Nurmawati, mahasiswa Unsrat mengatakan, dia sewaktu mengurus SIM di Polresta Manado hanya membayar Rp 120 ribu untuk pengurusan SIM C.

"Bayar Rp 120 ribu tapi repot. Masih harus ujian tertulis hingga empat kali, karena tak lulus‑lulus lalu ujian naik kendaraan.

Ia mengatakan, saat itu dia sempat ditawarkan untuk membayar Rp 400 ribu agar mempercepat tanpa harus banyak kali ikut tes ujian. Namun, ia tetap memilih sesuai prosedur yang ada.

Pengalaman unik dialami Jerbas warga Bitung saat mengurus perpanjangan SIM Adi Polres Bitung beberapa waktu lalu.

Awalnya ia dimintai uang sebesar 400 ribu. Kisah Jerbas berakhir "manis". Ia akhirnya melalui tes tanpa bayaran.

Ceritanya, saat mengurus perpanjangan SIM ia dilayani seorang polisi berpakaian preman. Polisi tersebut mengajaknya ke dalam ruangan dan langsung menawarkan permintaan ganjil."Saya disuruh bayar Rp 400 ribu, padahal sesuai aturan hanya 80 Rp ribu," kata dia.

Kesal, Jerbas memposting masalah itu ke akun facebook konsultasi pelayanan publik. Rupanya postingan Jerbas membuat polisi resah.

Ia pun dipanggil ke kantor polisi, ditanyai serta dibujuk. "Pada akhirnya saya tak dimintai biaya," kata dia.

Kapolres Bitung AKBP Philemon Ginting tak memungkiri masih ada oknum polisi yang bertindak curang. Untuk itu pihaknya rutin menggelar razia pengurusan SIM."Siapa yang nakal bakal dapat sanksi," kata dia.

Sementara itu, Amir Daeng Ali (53), Warga Desa Bumbung, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolmong, mengaku rela membayar Rp 350 ribu agar pengurusan SIM C cepat.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved