INR Sering Terlihat Bareng JWS
Peluang pertarungan antara PDI-Perjuangan dan Partai Golkar yang bisa mengusung calon sendiri di pilkada.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Peluang pertarungan antara PDI-Perjuangan dan Partai Golkar yang bisa mengusung calon sendiri di pilkada serentak tahun 2018 makin terbuka.
Pada proses penjaringan bakal calon bupati dan calon wakil bupati Partai Golkar Minahasa yang digelar di Langowan, Jumat (30/6), nama Ivan Sarundajang (Ivansa) dan Careig Naichel Runtu (CNR) muncul.
Ivansa (figur eksternal) mendapatkan dukungan 221 suara. CNR (figur internal Golkar) memperolehan 208 suara dukungan dari pengurus kecamatan Partai Golkar Minahasa.
Duet Ivansa-CNR dimunculkan sejumlah kader Golkar. Ivansa yang berasal dari Kawangkoan mewakili Minahasa tengah (Kawangkoan, Sonder, Tompaso, Langowan).
Jika dipadukan kekuatan CNR yang mewakili Tolour Tondano raya bisa diandalkan memenangkan pertarungan pesta demokrasi tahun depan.
Menurut Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulut Stevanus Vreeke Runtu (SVR), nama-nama yang sudah terjaring sebagai bakal calon diserahkan ke DPD I Partai Golkar Provinsi Sulut dan akan diteruskan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Penetapan calon akan ditentukan DPD I Partai Golkar Provinsi Sulut dan DPP Golkar.
SVR mengatakan, untuk memenangkan Pilkada Minahasa 2018 hanya ada satu cara yang harus dilakukan bersama yaitu kerja keras.
"Partai Golkar mempunyai doktrin karya dan kekaryaan bukan hanya modal bibir saja tapi harus bekerja keras dan turun ke lapangan bersama rakyat," ujar SVR.
Runtu menyatakan tekadnya merebut empat dari enam Pilkada 2017 di Provinsi Sulut.
Ivansa, kader PDIP Minahasa yang masuk penjaringan calon dari Golkar sangat terharu. Dia berterima kasih kepada Golkar lantaran namanya muncul dalam penjaringan itu.
"Saya terharu nama saya muncul melalui proses demokrasi dari seluruh desa kelurahan dan kecamatan, terima kasih kepada semuanya, karena saya eksternal dijaring dari partai Golkar. Saya bangga kepada Golkar yang terbuka, modern, dan objektif dalam rangka agenda politik Pilkada," ujar dia.
CNR menjelaskan, penjaringan adalah mekanisme yang diwajibkan partai. Proses selanjutnya tinggal dari DPD I dan DPP yang akan menentukan siapa calon yang diusung.
Petahana Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ivansa hampir dipastikan pecah kongsi. Ivansa yang telah masuk penjaringan calon Golkar akan melawan JWS yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-Perjuangan Minahasa. JWS dan Ivansa masih menunggu keputusan dari DPP PDI-Perjuangan, namun dikabarkan mereka tidak akan bersama lagi.
Spekulasi siapa pendamping JWS masih bermunculan. Ada nama Imelda Nofita Rewah (INR), Anggota DPRD Minahasa dari Partai Golkar.
Pada beberapa kesempatan Nofita terlihat bersama JWS. Misalnya saat pelantikan hukum tua dan undangan ibadah di gereja. "Sebagai anggota DPRD saya diundang oleh Pemkab untuk mengikuti acara," katanya, Senin kemarin. Dia juga menyatakan kesiapannya mendampingi JWS jika memang dikehendaki rakyat.
Dihubungi Tribun Manado belum lama ini, Sekretaris PDI-Perjungan Minahasa Darma Palar mengatakan penentuan calon masih berproses. Namun dia pribadi menyatakan dukungan kepada JWS.
Tunggu survei
Ivansa dan CNR pada beberapa kesempatan terlihat mesra. Beberapa kali Ivansa kepergok menghadiri acara Golkar.
Bahkan di beberapa pertemuan terlihat kemesraan mereka, semisal menghadiri kegiatan Golkar atau pertemuan kedua orangtua mereka, yaitu Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan SVR.
CNR menjelaskan, Golkar sementara melakukan survei dan konsolidasi ke beberapa partai dan kemungkinan akan diumumkan calon pada September atau Oktober.
JWS mengatakan, belum terlalu gegabah. "PDI-Perjuangan sekarang sementara melakukan survei masyarakat. Disurvei adalah saya sebagai calon bupati," kata dia. Kemungkinan akan ada hasilnya sekitar bulan Oktober.
Ivansa menjelaskan, keinginan untuk mencalonkan diri tetap ada, namun semuanya tergantung dari masyarakat.
Dia menambahkan, sudah melakukan konsolidasi juga dengan beberapa partai di Minahasa.
Namun ia berpesan agar jangan ada siapapun yang coba berupaya untuk membuatnya berpaling dari PDI-Perjuangan. *
PEMILU LEGISLATIF 2014
* PDIP (11 Kursi)
* Golkar (9 Kursi)
* Demokrat (5 Kursi)
* Gerindra (5 Kursi)
* Nasdem (3 Kursi)
* Hanura (1 Kursi)
* PKPI (1 Kursi)
Sumber: KPU Minahasa