Tradisi Kulipod di Desa Mopait Lolayan Akan Diadikan Agenda Tahunan
Beberapa tahun belakangan ini, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan rutin menggelar tradisi kulipod .
Penulis: Finneke | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Beberapa tahun belakangan ini, Desa Mopait, Kecamatan Lolayan rutin menggelar tradisi kulipod atau tradisi membungkus beras menggunakan daun nasi.
Atau di daerah lain di Sulawesi Utara menyebutnya nasi bungkus.
Tradisi ini biasanya dilakukan pasca lebaran Idul Fitri untuk mempererat silaturahmi dan menjadi moment untuk warga saling bermaaf-maafan dengan menjadikan kulipod (nasi bungkus) dan lauk sebagai menu utama.
Sabtu (1/7), warga Desa Mopait tumpah ruah di Lapangan Mopait untuk menggelar tradisi ini. Suasana kekeluargaan tampak terasa, ditemani kulipod dan berbagai makanan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Bolmong turut hadir dalam tradisi ini, di antaranya Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk dan Sekretaris Daerah Tahlis Gallang. Keduanya tampak mencicipi kulipod dan lauk pauk yang ditaruh di meja.
Yanny dalam keterangannya mengatakan tradisi ini sangat unik dan merupakan tradisi asli Mongondow. Tradisi yang tak ditiru dari manapun.
"Tradisi ini sangat bagus. Sudah seharusnya dilestarikan. Apalagi Desa Mopait beberapa tahun belakangan ini rutin menggelarnya. Yang lain juga seharusnya menggelar ini," ujarnya.
Pemkab Bolmong rencananya akan membuat kalender tahun tradisi kulipod ini. Kata Yanny, tradisi ini akan diprogramkan di APBD Bolmong.
"Tahun depan ini jadi agenda rutin di Bolmong. Akan dimasukkan di APBD. Tentu dengan perayaan yang lebih besat lagi," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tradisi-kulipod_20170701_203811.jpg)