Akibat Merokok di Usia Muda, Presiden Duterte Menderita Penyakit "Buerger Disease"

Namun Duterte tidak menyebutkan alasan mengapa dia menghilang dari publik dan tak terdengar kabarnya hampir selama satu minggu

Akibat Merokok di Usia Muda, Presiden Duterte Menderita Penyakit
Reuters
Presiden Indonesia, Joko Widodo, melakukan pertemuan dengan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menjelang KTT ASEAN di Manila, April silam 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANILA - Pemimpin Filipina Rodrigo Duterte muncul kembali di depan publik pada hari Selasa (27/7) setelah hampir satu minggu 'menghilang' dari publik.

Duterte berpidato di istana kepresidenan sekitar 25 menit pada Selasa (27/7) kemarin. Dalam pidatonya ia mengecam gerilyawan Islam yang melakukan penyerangan di sebuah kota di selatan Filipina.

Namun Duterte tidak menyebutkan alasan mengapa dia menghilang dari publik dan tak terdengar kabarnya hampir selama satu minggu.

Pria Berusia 72 tahun ini dikenal 'tak bisa diam'.  Jadwal kegiatannya sangat padat. Dalam sehari dia bisa mengunjungi beberapa tempat dan berpidato

Namun ketidakhadiran pria itu di depan publik menimbulkan desas-desus dirinya sakit keras. Dan, pemerintah berusaha untuk menutup- nutupi hal itu.

Seperti dilansir Channel News Asia, Duterte mengalami masalah kesehatan sekitar punggung, migrain karena kerusakan saraf setelah terjadi kecelakaan sepeda motor dan berdampak juga pada tenggorokannya.

Dia juga divonis menderita penyakit Buerger, yang disebabkan karena rokok. Pria ini di masa muda menjadi perokok berat. Penyakit ini dapat menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang menghilangnya Duterte selama beberapa hari , juru bicara Presiden Filipina, Ernesto Abella, mengatakan bahwa presdien baik-baik saja dan menjalankan tugas negara seperti biasa.

"Dia sangat baik, dia hanya sibuk melakukan apa yang harus dia lakukan. Seperti yang Anda lihat, dia berada di tengah publik namun tak selalu terpantau oleh publik. Dia bisa melakukan pekerjaan di kantor, dia menandatangani surat kabar, dia membaca, dia berkonsultasi, dia benar-benar sangat sibuk, " ujarnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved