Meski Mayoritas Nasrani, Warga Tumobui Turut Gelar Monuntul Sambut Lebaran
Kendati warganya mayoritas Nasrani, Kelurahan Tumobui, Kecamatan Kotamobagu Timur turut merasakan sukacita Umat Muslim dalam menyambut Idul Fitri 1431
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Fernando_Lumowa
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kendati warganya mayoritas Nasrani, Kelurahan Tumobui, Kecamatan Kotamobagu Timur turut merasakan sukacita Umat Muslim dalam menyambut Idul Fitri 1431 Hijriah.
Warga Tumobui tak ketinggalan berpartisipasi dalam tradisi Monuntul. Sebuah laku toleransi di tengah masyarakat Kotamobagu yang majemuk.
Kamis (22/6/2017) malam itu, nyala ratusan tuntul (lampu botol berbahan minyak tanah) menerangi tanah lapang di Kelurahan Tumobui. Tradisi yang biasa dijalankan umat muslim Kotamobagu empat malam sebelum Lebaran pun ramai di Tumobui.
Umat Kristen rupanya ikut memeriahkan tradisi yang dikenal dengan sebutan monuntul (malam pasang lampu jelang Idul Fitri).
Mereka tidak hanya memasang tuntul di depan rumah, melainkan hingga tanah lapang yang berada tepat di tengah kampung. Lampu botol dan lampu hias dibentuk sedemikian rupa. Biasanya diatur di lapangan setiap desa dan kelurahan yang masyarakatnya muslim.
Dengan ini, toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kotamobagu terasa semakin erat.
Di Tumobui, dari total 905 kepala keluarga (KK), hanya empat KK yang beragama Islam, sisanya penganut Kristen.
"Kita menggunakan lokasi persawahan warga. Agar tidak berlumpur, kita gunakan sisa sisa kayu sebagai jalan akses masuk," ujar Yodi Tumbelaka, Lurah Tumobui kepada Tribun Manado, Kamis malam.
Pada monuntul Tumobui ini, pengunjung tidak hanya disuguhkan suasana nyala lampu botol yang tersebar di persawahan. Ada satu titik dimana sengaja dibuatkan replika tiga tempat ibadah.
Ada gereja untuk Kristiani, masjid untuk Islam, dan pura untuk Hindu. Replika tempat ibadah ini dibentuk dengan tripleks dan dihiasi lampu kelap-kelip. Replika ini menjadi objek berfoto para pengunjung.
"Kita membuat monuntul ini sebagai bentuk toleransi antarumat beragama di Kotamobagu. Kami juga berkeinginan ikut meramaikan monuntul menjelang hari raya Idul Fitri," ujar mantan striker Persibom Bolmong ini.
Lanjut Lurah, masyarakat dan pemuda Kelurahan Tumobui begitu antusias menghias lampu botol. "Kita buat tiga tempat ibadah ini berdampingan sebagai wujud begitu eratnya kerukunan antarumat beragama. Ke depan ini akan menjadi agenda rutin setiap tahun menjelang hari raya Idul Fitri untuk Kelurahan Tumobui," ujarnya.(handika).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/monuntul-di-tumobui_20170624_002748.jpg)