Renungan Ramadan: Apakah Kita Termasuk Hamba yang Merindukan Kehadiran Bulan Ramadan ?

Inilah detik-detik terakhir kebersamaan kita dengan bulan ramadan. Bulan terindah yang keutamaannya tidak dapat dikalahkan oleh apapun.

TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Abdul Iksan Mokodompi 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Saudaraku. Inilah detik-detik terakhir kebersamaan kita dengan bulan ramadan. Bulan terindah yang keutamaannya tidak dapat dikalahkan oleh apapun yang terindah dalam hidup.

Jika Rasulullah bersabda. "Barang siapa melakukan satu ibadah sunnah dalam bulan ramadan , maka ia seperti orang yang melakukan ibadah wajib di bulan selain ramadan. Dan barang siapa yang melakukan ibadah wajib di bulan ramadan maka ia seperti orang yang melaksanakan 70 ibadah wajib di selain bulan ramadhan ( HR. Ibnu Khuzaimah )

Maka, berpisah dengan bulan ini berarti kita meninggalkan kesempatan meraih pahala kebaikan yang berlipat-lipat.

Jika Rasulullah bersabda. "Ada dua kegembiraan bagi orang yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan tatkala bertemu dengan Allah. (HR. Bukhari dan Muslim) berarti terlewatkanlah momentum indah itu.

Jika Rasulullah bersabda. "Barang siapa yang berpuasa karena keimanan dan semata-mata mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim) Maka perpisahan ini menghilangkan kesempatan kita untuk memperoleh ampunan Allah terhadap dosa-dosa kita yang menumpuk.

Saudaraku.
Jika Rasulullah Bersabda. "Siapa saja yang salat tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala salat semalam suntuk ( HR. Abu Daud , At-Tirmidzj, An-Nasai dan Ibnu Majah)

Perpisahan ini melewatkan pahala Salat tarawih dan pahala Salat semalam suntuk.

Jika Allah Berfirman."Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-qur'an pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan " ( QS. Al-Qodr: 1-3)  berpisah dengan ramadan berarti kita kehilangan ibadah yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Saudaraku.
Selangkah lagi ramadan akan meninggalkan kita. Tidak lebih dari 24 jam keberkahan Ramadan akan hilang dan berganti dengan suasana seperti sediakala.

Maka kita wajib merenung kembali. Sejauh mana ramadan merubah perilaku kita? apakah setelah ramadan ucapan lisan sudah mampu dijaga? Apakah setelah ramadan mampu meningkatkan kualitas ibadah kita ?

Halaman
12
Penulis: Handhika Dawangi
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved