Kebakaran Apartemen di London, Ibu Lempar Bayinya dari Lantai 10

Seorang ibu melemparkan bayinya dari lantai 10 di Grenfell Tower, Kensington, Inggris, usai kebakaran besar melanda blok apartemen,Rabu (14/6).

Kebakaran Apartemen di London, Ibu Lempar Bayinya dari Lantai 10
METRO.CO.UK
kebakaran di grenfell tower 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Seorang ibu melemparkan bayinya dari lantai 10 di Grenfell Tower, Kensington, Inggris, usai kebakaran besar melanda blok apartemen tersebut pada Rabu (14/6).

Kendati dijatuhkan dari tempat tinggi, dengan ajaib bayi tersebut selamat tanpa luka satu pun.
Saksi mata melihat seorang pria langsung berlari ke arah si bayi dan menangkapnya. Namun, nasib sang ibu belum diketahui.

"Saya melihat sebuah jendela terbuka dan seorang wanita memberi tanda bahwa dia akan melempar bayinya dan ingin agar seseorang menangkapnya," kata saksi mata Samira Lamrani, dikutip Independent. "Seseorang melakukannya. Ada pria berlari ke arah apartemen yang terbakar dan menangkap bayi itu," tambah Lamrani.

Petugas medis langsung bergegas ke tempat kejadian dan memeriksa kondisi bayi tersebut dan menyatakan sang bayi baik-baik saja, kendati dijatuhkan dari tempat yang begitu tinggi.

Di sisi lain, Zara, saksi mata lainnya, menyebut dia melihat seorang wanita terpaksa melemparkan anaknya yang berusia sekitar lima tahun dari lantai enam, agar selamat dari kebakaran.

"Seorang ibu harus melempar anak lelakinya dari jendela dari lantai enam. Anak itu selamat, mungkin menderita luka memar atau patah tulang," tutur Zara kepada Radio LBC.

Setidaknya 12 orang tewas dan 74 lainnya terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit menyusul kebakaran besar di blok apartemen setinggi 27 lantai.

Pemadam kebakaran London menurunkan 200 petugas dan 40 mobil damkar guna menyurutkan api. Hingga kini, penyebab salah satu kebakaran terparah yang pernah terjadi di London selama satu generasi tersebut, masih belum diketahui.

Komisaris Pemadam Kebakaran London Dany Cotton menyebut jumlah korban jiwa dipastikan akan terus bertambah karena banyak penghuni apartemen yang masih terperangkap saat gedung berusia 43 tahun itu dilalap api.

Gedung apartemen yang dibangun tahun 1974 itu terbakar dari lantai dua hingga tingkat teratas. Dibutuhkan 200 petugas dan 40 mobil pemadam kebakaran guna menjinakkan api di gedung yang merupakan rumah bagi 600 orang tersebut.

Cotton menyebut beberapa bagian gedung masih belum stabil sehingga dibutuhkan waktu lama melakukan pencarian dan evakuasi secara menyeluruh di setiap lantai.

"Kami belum tahu jumlah penghuni yang terperangkap dalam kebakaran dan merupakan keajaiban jika ada yang berhasil selamat," kata Cotton kepada Sky News.

Editor: Fernando_Lumowa
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved