Berita Eksklusif

(CONTENT) GMIM Segera Pilih 15 Ribu Pelsus, Pemilihan Pelsus Bukan Ajang Politik

Masa pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) periode 2014-2018 akan berakhir pada 31 Desember 2017 nanti.

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masa pelayanan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) periode 2014-2018 akan berakhir pada 31 Desember 2017 nanti.

Pemilihan pelayan khusus (pelsus), yakni penatua, syamas dan ketua Kompelka BIPRA (bapak, ibu, pemuda, remaja dan anak sekolah minggu) akan menjadi awal dari periode pelayanan 2018-2021.

Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Sinode GMIM telah menetapkan, 13 Oktober menjadi 'pesta demokrasi' bagi ratusan ribu warga gerejaini.

Hari itu ditetapkan sebagai hari pemilihan penatua-syamas kolom. Dua hari kemudian, pemilihan penatua BIPRA di tiap jemaat.

Mengacu data yang ada, GMIM memiliki 938 jemaat di wilayah pelayanan Minahasa.

Jika dipukul rata satu jemaat memiliki lima kolom, maka GMIM membutuhkan sedikitnya 9.380 pelsus kolom.

Sementara, penatua Kompelka BIPRA sedikitnya 4.690 orang. Total, GMIM butuh paling sedikit 15.000 pelsus.

Tahapan pemilihan pelsus sejatinya sudah dimulai sejak awal 2017 lalu.

Setelah sensus dan pemetaan anggota jemaat, saat ini panitia pemilihan sedang mensosialisasikan petunjuk pelaksanaan (juklak) pemilihan pelayan ke jemaat.

Pdt Dr Henry Runtuwene STh MSi, Sekretaris Umum BPMS GMIM mengungkapkan, kunci keberhasilan pemilihan pelsus ialah sesuai jadwal sebagaimana diatur dalam
petunjuk pelaksanaan.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved