Terjepit di Bebatuan, Ibunda Syok Saat Rafa Dievakuasi dari Sungai
Apalagi, saat melihat Rafa diangkat dari sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, Minggu (11/6/2017) sekitar pukul 08.00 Wita.
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado,Vendi Lera
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Adelia syok saat buah hatinya yang baru 3 tahun, Rafa Mamonto, ditemukan meninggal dunia.
Apalagi, saat melihat Rafa diangkat dari sungai yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya, Minggu (11/6/2017) sekitar pukul 08.00 Wita.
Kepala Polsek Modayag AKP I Ketut Mantra menceritakan kembali penemuan jasad bocah tersebut.
Ia mengatakan, orangtua Rafa sempat melaporkan ke polisi tentang hilangnya anak mereka Sabtu (10/6) sekitar pukul 16.00 Wita.
"Orangtua Rafa datang melapor bahwa anak mereka hilang. Tapi belum tahu apakah hilang atau hanyut di sungai," ujar Mantra.
Usai menerima laporan, dia mengirimkan tim untuk mengecek ke lokasi yang diduga Rafa terlihat terakhir di Modayag III.
Tim Polsek Modayag kemudian menduga anak tersebut terbawa arus air di belakang rumahnya.
"Ada parit di belakang rumahnya yang langsung tembus dengan Sungai Modayag yang tak jauh dari situ. Diduga Korban terpeleset dan jatuh," kataMantra.
Pencarian akhir pekan itu terhenti karena hari sudah malam. Keesokan harinya, pencarian dilanjutkan dengan melibatkan unsur Basarnas, Polri, TNI dan masyarakat.
Akhirnya, sekitar pukul 08.00 Wita berhasil Rafa ditemukan, namun sudah tak bernyawa.
Martin Meruntu dari Basarnas, Rafa ditemukan setelah sekitar 30 menit pencarian. Lokasinya, tak jauh dari rumahnya, kurang lebih 300 meter. Baru 30 menit melakukan pencarian.
"Korban ditemukan terjepit di antara bebatuan dan pepohonan yang hanyut," ujar Marten.
Ia menambahkan, setelah ditemukan korban langsung dibawa oleh keluarga untuk dimakamkan. Sekitar pukul 11.00 korban disemayamkan. (*)