Arus Sungai Gerus Permukiman Amongena

Keluarga Pangalila-Rorong asal Desa Amongena, Langowan Timur terus waswas lantaran longsor.

Arus Sungai Gerus Permukiman Amongena
Tribun Manado
Ilustrasi Balai Sungai Sapu DAS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Keluarga Pangalila-Rorong asal Desa Amongena, Langowan Timur terus waswas lantaran longsor yang bisa saja terjadi kapan saja dan bisa menghabisi rumah mereka tepat berada di pinggir sungai.

Seperti kejadian longsor usai hujan deras pekan lalu membuat bagian dapur rumah mereka ikut amblas bersama longsoran tanah di pinggir sungai itu.

Jika dilihat struktur tanah di pinggir sungai tersebut cukup rapuh meski terlihat ada beberapa rumpun bambu, namun tetap tak sanggup menahan gerusan air.
Mereka berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan atau perhatian khusus yang untuk pinggiran sungai tersebut agar tidak tergerus air.

"Kami di sini waswas, apalagi kalau hujan deras, makanya kami minta pemerintah kalau bisa buatkan talut atau beronjong supaya menahan terjangan air," ujar Fidel Pangalila, Selasa (6/6).
Dia menjelaskan, bantuan tersebut paling dibutuhkan oleh mereka dan warga sekitar supaya longsor tidak terjadi lagi dan masyarakat tetap aman beraktivitas.

Beberapa waktu lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa juga sudah mengunjungi lokasi tersebut dan akan melaporkan hasilnya kepada pimpinan agar mendapat bantuan atau tindak lanjuti.

"Kami sudah lihat, makanya kami minta hukum tua segera masukkan proposal permintaan pembuatan talud, supaya bisa dapat bantuan dari pemerintah pusat atau Pemkab Minahasa," kata Kasi Kedaruratan BPBD Minahasa, Arthur Lontaan. *

STORY HIGHLIGHTS
* Meski ada beberapa rumpun bambu, namun tetap tak sanggup menahan gerusan air
* Petugas BPBD sudah mengunjungi lokasi tersebut dan akan melaporkan hasilnya kepada pimpinan agar mendapat bantuan atau tindak lanjuti

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved