Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Senat: Angkatan Bersenjata Filipina Telah Gagal!

Apakah Anda tahu anggaran pemerintah untuk intelijen? Kika saya tidak sudah miliaran dikeluarkan.

Editor:
AFP
RAZIA - Personel pasukan khusus Kepolisian Filipina memeriksa penumpang dan isi kendaraan yang keluar masuk di pintu masuk Kota Marawi, selatan Mindanao, Kamis (25/5). Presiden Filipina, Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer selama 60 hari untuk Marawi pasca serangan kelompok milisi Maute yang berafiliasi ke ISIS. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANILA - Serangan kelompok bersenjata Maute, yang berafiliasi dengan ISIS ke Marawi, Ibukota Provinsi Lanao Del Sur, Filipina merupakan sebuah kegagalan Intelijen Tentara Filipina.

Grace Poe, Anggota Senat Filipina menilai miliaran peso dana yang dikucurkan terkait dana untuk mendukung informasi intelijen dalam negeri menjadi sia-sia.

"Apakah Anda tahu anggaran pemerintah untuk intelijen, jika saya tidak sudah miliaran dikeluarkan. Ini benar-benar sebuah kegagalan intelijen Angkatan Bersenjata Filipina!" ujar   Poe dalam sebuah wawancara televisi dengan ABS-CBN News Channel.

Seperti diketahui, serangan kelompok Maute ke Kota Marawi mengakibat kan ribuan orang mengungsi, sejumlah bangunan dibakar, dan penjara di kota itu dijebol, sejumlah tahanan dibebaskan.

Terjadi tembak menembak antara kelompok bersenjata dengan tentara Filipina. Pertarungan sengit antara pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata memaksa Presiden Rodrigo Duterte untuk mengumumkan darurat militer di Mindanao. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved